Tak Bawa Hasil Swab Antigen, Penumpang Pesawat Asal Sukoharjo Ini Harus Undur Keberangkatan

Atas kewajiban membawa hasil swab antigen, sejumlah Bandara di Indonesia memberikan pelayanan uji swab antigen.

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ADI SURYA SAMODRA
Suasana uji swab antigen di kompleks Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, BOYOLALI - Para penumpang maskapai pesawat terbang kini diwajibkan membawa hasil test swab antigen sebelum diperbolehkan terbang.

Kewajiban tersebut tertuang dalam Surat Edaran tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang dengan Transportasi Selama Masa Libur  Natal dan Tahun Baru dalam Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Libur Nataru, Objek Wisata Air di Klaten Akan Ditutup

Baca juga: Terpilih Jadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Berikut Profil Singkat Sandiaga Uno

Atas kewajiban membawa hasil swab antigen, sejumlah Bandara di Indonesia memberikan pelayanan uji swab antigen. 

Bandara Internasional Adi Soemarmo menjadi satu diantaranya. 

Bandara yang terletak di Kabupaten Boyolali tersebut telah menyiapkan lokasi khusus pelayanan uji swab antigen. 

Lokasi tersebut ternyata tidak hanya diperuntukkan bagi penumpang pesawat namun juga masyarakat umum. 

Adapun penumpang yang tidak membawa hasil swab antigen tidak diperkenankan terbang. 

Seperti yang dialami penumpang asal Sukoharjo, Sigit Hartaya (38). Ia hendak terbang ke Jakarta, Rabu (23/12/2020) pukul 10.00 WIB. 

Namun lantaran tidak membawa surat hasil swab antigen, Sigit harus mengundur keberangkatannya menjadi pukul 16.00 WIB. 

"Kemarin sudah uji rapid test di sebuah rumah sakit. Tapi tadi dibilang harus uji swab antigen, jadi harus jadwal ulang berangkat pukul 16.00 WIB," kata Sigit. 

Padahal Sigit sudah mengeluarkan kocek Rp 225 ribu untuk mendapat surat hasil rapid test. 

"Terpaksa dibuang terus ikuti uji swab antigen di sini. Kemarin itu Rp 225 ribu tapi di sini Rp 170 ribu," ucap dia. 

"Lebih cepat lebih murah," tambahnya. 

Bagi Sigit, kewajiban membawa surat hasil swab antigen sebelum terbang bukan menjadi persoalan apalagi di tengah pandemi Covid-19.

"Yang penting bagi yang ada keperluan dikasih jalan, tidak dipersulit," tuturnya. 

Berbeda dengan Sigit, pengumpang asal Sukoharjo, Budi Asmin (32) merasa repot dengan adanya kewajiban tersebut. 

"Kita bolak-balik ke bandara. Kalau secara pribadi repot. Biayanya mahal dan menyita waktu," ujar Budi. 

Budi sempat bolak-balik sebanyak 4 kali ke Bandara Adi Soemarmo supaya bisa menjalani uji swab antigen. 

Namun, dirinya tetap tidak kebagian nomor antrean uji swab antigen. Ia kehabisan. 

"Kemarin sudah telat. Jadinya uji swab antigen di rumah sakit dengan biaya Rp 260 ribu," ucap Budi. 

Budi berencana bertolak dari Bandara Adi Soemarmo menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur bersama rekan kerjanya. 

Namun, lantaran AC pesawat yang akan ditumpanginya rusak, Budi harus menunda keberangkatannya esok hari pukul 08.00 WIB.  (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved