Rumah Budaya Kratonan di Solo : Berikut Rute dan Tiket Masuk Wisata Sejarah Tersebut

Lajukan kendaraanmu sejauh kurang lebih 250 meter dan kamu akan menemukan Rumah Budaya Kratonan di sisi kanan atau utara jalan.

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ADI SURYA SAMODRA
Salah satu koleksi yang dipajang di ruang Omah Ndalem Galeri Sejarah Surakarta, kompleks Rumah Budaya Kratonan, Jalan Manduro nomor 6, Gang Kartotiyasan, Kecamatan Serengan, Kota Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rumah Budaya Kratonan merupakan sebuah bangunan yang dimiliki istri mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, Krisnina Maharani.

Bangunan tersebut berada di Jalan Manduro nomor 6, Gang Kartotiyasan, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

Untuk mencapai lokasi Rumah Budaya Kratonan tersebut, wisatawan kamu bisa berjalan melalui Jalan Gatot Subroto di Solo.

Baca juga: Rumah Budaya Kratonan : Ruang Kreatif di Solo yang Juga Beri Informasi Sejarah Politik Indonesia

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Pantai Kesirat Gunungkidul

Saat melintas dari arah Papa Ron's Pizza, berjalanlah ke arah selatan sejauh kurang lebih 250 meter.

Pengunjung akan mendapati gang pertama di sebelah kananmu atau carilah plang warung 'Es Ndelik'.

Jika sudah menemukannya, arahkan saja kendaraanmu masuk ke gang tersebut.

Lajukan kendaraanmu sejauh kurang lebih 250 meter dan kamu akan menemukan Rumah Budaya Kratonan di sisi kanan atau utara jalan.

Parkirkan kendaraanmu di lokasi parkir yang sudah disediakan dan pastikan barang - barang berharga tidak kamu tinggal, ya.

Ketika berkunjung ke Rumah Budaya Kratonan, kamu akan dikenai retribusi tiket Rp 25 ribu.

Tempat ini merupakan ruang kreatif di Surakarta yang memberikan fasilitas publik berupa kegiatan edukasi budaya.

Antara lain latihan menari, latihan gamelan, latihan bahasa Jawa latihan bahasa Inggris, dan diskusi-diskusi budaya melalui buku maupun film.

Selain itu Rumah Budaya Kratonan juga mempunyai ruang Smart TV, Perpustakaan dan Galeri Sejarah Surakarta.

Selain sebagai ruang kreatif,rumah Budaya Kratonan menyediakan kafe yang menyajikan menu makanan dan minuman, iringan musik tembang kenangan setiap hari Senin malam .

Rumah Budaya Kratonan ini memiliki luas 17800m2 dan disewakan untuk berbagai event.

Rumah Budaya Kratonan diresmikan pada Jumat (11/3/2016). Pemutaran film dokumenter dan panggung seni budaya mewarnai peresmian saat itu.

Peresmian itu dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya Akbar Tanjung, Wali Kota Solo, Fx Hadi Rudyatmo, dan mendiang ibunda Presiden Jokowi Sudjiatmo Notomiharjo.

Pemilik galeri, Krisnina Maharani menceritakan bangunan ini awalnya milik mantan Menteri Sosial Indonesia Kabinet Djuanda, Muljadi Djojomartono.

Seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut kosong dan kurang terawat.

Atap dan dinding bangunan bolong-bolong.

Bangunan tersebut kemudian coba diserahkan pemiliknya ke tangan Krisnina.

Ekterior dan interior bangunan yang sesuai dan pas kadang tidak lagi dijual di pasaran.
Krisnina bahkan sempat berburu itu di Pasar Triwindu Solo.

"Keaslian bangunan tetap saya jaga, saya senang yang asli," tutur Krisnina.

Ruang dalam bangunan berbentuk joglo tersebut dibagi menjadi 6 ruang pamer.

Ruang-ruang pamer tersebut menyajikan informasi nukilan sejarah politik di Indonesia, termasuk Kota Solo.

Mulai dari zaman awal mula kedatangan serikat dagang VOC hingga revolusi.

Informasi-informasi tersebut dikemas lebih milenial.

Ruang-ruang pamer tersebut dikenal dengan sebutan Galeri Sejarah Surakarta.

"Kita ingin mengenalkan sejarah Kota Solo, kalau tidak mengerti sejarah maka tidak sense of belongings kepada Kota Solo," ucapnya.

Rumah Budaya Kratonan bisa dikunjungi mulai Senin sampai Sabtu pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved