Obyek Wisata Karanganyar

Rumah Atsiri : Tawarkan Wisata Kesehatan yang Kini Populer di Tengah Pandemi

Fasilitas di sini juga sudah lengkap, ada resto, museum, toko suvenir, theater terbuka, ruang pertemuan, hingga rumah kaca.

Editor: Ekayana
istimewa
Wisatawan dari kegiatan Edukasi Tematik Nusantara saat membuat cocodama di Rumah Atsiri (istimewa) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Wisata wellness atau wisata kesehatan kini mulai populer setelah banyaknya orang menyadari pentingnya kesehatan.

Salah satu lokasi wisata yang menawarkan wisata aromatic wellness di Jawa Tengah adalah lokasi wisata Rumah Atsiri.

Baca juga: The Lawu Park : Wisata Alam di Tawangmangu yang Tawarkan Suasana Dingin Pegunungan

Baca juga: Pura Mangkunegaran Terapkan CHSE, Wajibkan Wisatawan Jaga Jarak dan Kenakan Masker

Tidak tanggung-tanggung, di Rumah Atsiri ini ada sekitar 150-200 spesies tanaman di Indonesia yang menghasilkan minyak atsiri.

Tanaman ini juga tidak sulit untuk ditemukan. Beberapa di antaranya dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti jahe.

Berbagai jenis tanaman herbal di Rumah Atsiri
Berbagai jenis tanaman herbal di Rumah Atsiri (istimewa)

Rumah Atsiri Berlokasi di desa Plumbon, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Disini, wisatawan bisa merasakan pengalaman berwisata sembari mengenal beragam minyak atsiri yang dihasilkan dari tumbuhan di Indonenesia.

Memiliki luas lahan 23.660 meter persegi, tempat ini memberikan konsep edukasi alam bagi wisatawan.

Rumah Atsiri memawarkan wisata Aromatic Garden yang melihat puluhan jenis tanaman atsiri, jelajah museum essential oil, sajian restoran khas atsiri, dan workshop yang memberikan pengetahuan baru soal dunia essential.

jsjdbjsf
Wisatawan dari kegiatan Edukasi Tematik Nusantara saat mendengarkan penjelasan dari guide tentang tanaman (istimewa) (Istimewa)

Terdapat 50 jenis tanaman atsiri disini antara lain rosmarin, kayu putih, serai, mint, marigold, mawar, pala, jinten, lavender, cendana, dan arum dalu.

Beberapa di antara tanaman yang ada bisa langsung dirasakan aromanya.

Salah satu contohnya adalah rosmarin yang aromanya wanginya bisa tercium hanya dengan membelai daunnya saja.

Sementara itu, ada pula tanaman lain yang aromanya baru muncul jika daunnya diremas.

Wisatawan dari kegiatan Edukasi Tematik Nusantara membuat hand sanitizer di Rumah Atsiri
Wisatawan dari kegiatan Edukasi Tematik Nusantara membuat hand sanitizer di Rumah Atsiri (istimewa)

Tanaman seperti itu contohnya serai yang merupakan bahan minyak tawon.

Ada juga kayu putih yang mengeluarkan bau khas setelah daunnya diremas.

Minyak atsiri juga bisa dihasilkan pada bagian akar tanaman sehingga seolah tidak mengeluarkan aroma wangi khas pada daun atau batangnya.

Rumah Atsiri Indonesia buka setiap hari Pk 10.00-17.00 WIB. Pengunjung cukup membeli voucher senilai Rp 50 ribu, dimana voucher tersebut dapat pengunjung gunakan untuk masuk kedalam Aromatic Garden dan Museum Rumah Atsiri.

Fasilitas di sini juga sudah lengkap, ada resto, museum, toko suvenir, theater terbuka, ruang pertemuan, hingga rumah kaca.

Pengunjung juga bisa merasakan sensasi bereksperimen dari serai wangi atau citnorella.

Ada dua kelas, yakni anak-anak dan dewasa yang menawarkan aktivitas interaktif untuk bereksperimen dengan dipandu oleh pembimbing dari Rumah Atsiri.

Tak lupa kawasan wisata essensial tersebut juga menerapakan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari masuk kawasan atsiri hingga belajar di workshop pembuatan minyak atsiri.

Pengujung diwajibkan untuk menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.(TRIBUNSOLOTRAVEL/EKA FITRIANI)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved