Candi Cetho : Candi Hindu di Lereng Gunung Lawu yang Mengagumkan

Candi Cetho memiliki luas 190 meter kali 30 meter. Jadi terbilang tidak begitu luas dan dapat dengan mudah dikelilingi.

Editor: Ekayana
Kompas.com/Silvita Agmasari
Candi Cetho di Karanganyar, Jawa Tengah. (Kompas.com/Silvita Agmasari) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Candi Cetho di Karanganyar, Jawa Tengah dapat menjadi alternatif wisata pilihan saat berkunjung ke Solo, Jawa Tengah.

Dari Solo Candi Cetho dapat ditempuh selama 1,5 jam berkendara dalam perjalanan Merapah Lima Warisan Budaya Batik. 

Baca juga: 5 Tempat Ikonik Mural di Kota Solo, Cocok Untuk Berswafoto

Baca juga: Gunung Kemukus Punya Stigma Negatif, Yuni: Butuh Bantuan Pemda dan Pusat untuk Ubah Stigma 

Lokasinya yang berada di lereng Gunung Kawu juga dapat memberi suasana berbeda dari suasana perkotaan. Apalagi sepanjang perjalanan menuju candi, hamparan kebun teh menyejukkan pemandangan.

Candi Cetho sendiri merupakan candi bercorak hindu. Dari keterangan tertulis Candi Cetho bagi wisatawan, dijelaskan ada sebuah prasasti yang ditemukan di dinding gapura.

Prasasti tersebut bertuliskan huruf Jawa Kuno, "Pelling padamel irikang buku tirtasunya hawakira ya hilang saka kalanya wiku goh anaut iku 1397,"

Arca berbentuk alat kelamin pria dan wanita di Candi Cetho di Karanganyar, Jawa Tengah.(Kompas.com/Silvita Agmasari)
Arca berbentuk alat kelamin pria dan wanita di Candi Cetho di Karanganyar, Jawa Tengah.(Kompas.com/Silvita Agmasari) (Kompas.com/Silvita Agmasari)

Dari tulisan di prasasti tersebut dapat ditafsirkan Candi Cetho adalah tempat peruwatan atau tempat untuk membebaskan dari kutukan dan didirikan pada 1397 Saka (tahun 1475 Masehi).

Memasuki komplek Candi, pengunjung akan melihat 13 teras yang terus meninggi menuju puncak Gunung Lawu. Simbol-simbol mitologi dari arca dapat dilihat oleh pengunjung dalam kondisi yang sangat baik.

Ada archa phallus (alat kelamin laki-laki) yang bersentuhan dengan arca berbentuk vagina, ditafsirkan sebagai lambang penciptaan atau kelahiran kembali setelah dibebaskan dari kutukan. Arca ini disatukan dalam bentuk garuda. Banyak pula arca berbentuk manusia dengan berbagai bentuk.

Arca berbentuk manusia di Candi Cetho di Karanganyar, Jawa Tengah.(Kompas.com/Silvita Agmasari)
Arca berbentuk manusia di Candi Cetho di Karanganyar, Jawa Tengah.(Kompas.com/Silvita Agmasari) (Kompas.com/Silvita Agmasari)

Sampai saat ini belum bisa ditafsirkan tetapi diduga sebagai perwujudan wayang. 

Candi Cetho memiliki luas 190 meter kali 30 meter. Jadi terbilang tidak begitu luas dan dapat dengan mudah dikelilingi. Hanya saja pengunjung harus siap menaiki anak tangga untuk menuju Candi Cetho karena candi ini berada di ketinggian 1496 meter dari permukaan laut. 

Untuk berkunjung ke Candi Cetho pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 7.000. Setiap pengunjung wajib menggunakan sarung yang dipinjamkan. Perempuan yang sedang haid tidak disarankan untuk memasuki area candi.

Waktu operasional Candi Cetho sendiri dari pukul 07.00-17.00.

Selain memiliki waktu operasional biasa, dalam beberapa kesempatan di Candi Cetho juga digelar acara istimewa yang berhubungan dengan perayaan agama Hindu. Seperti upacara Kuningan, Galungan, Saraswati, atau acara Jawa lain seperti Suro, dan Modosio (bersih dusun).(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Mampir ke Candi Cetho, Candi Hindu di Lereng Gunung Lawu

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved