Mau Ke Museum Jawi Sukoharjo? Berikut Rutenya, Tiket Masuknya Gratis

Jarak tempuh untuk berangkat ke tempat wisata ini jika dari Solo Kota sekitar 18 km lewat Jalan Wonogiri-Sukoharjo.

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/RYANTONO PUJI SANTOSO
Susana Museum Jawi di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.   

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SUKOHARJO - Museum Jawi merupakan objek wisata sejarah yang bisa dikunjungi saat anda berada di Sukoharjo.

Museum unik yang memamerkan ratusan barang-barang kuno ini berada di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter.

Baca juga: Museum Jawi Miliki Ratusan Koleksi Bersejarah, Mulai Uang Kuno Hingga Lampu Rel Dari Tahun1945

Baca juga: Museum Jawi Sukoharjo : Simpan Ratusan Barang Kuno Berumur Puluhan Tahun, Masuk Gratis

Tiket masuknya pun gratis alias tidak perlu membayar tiket masuk.

Jarak tempuh untuk berangkat ke tempat wisata ini jika dari Solo Kota sekitar 18 km lewat Jalan Wonogiri-Sukoharjo.

Jika wisatawan naik mobil maka akan memakan waktu sekitar 30 menit.

Letak museum ini memang agak tersembunyi di tengah kampung. Bagi wisatawan yang ingin ke lokasi bisa melewati jalur Sukoharjo Kota mulai dari Bundaran Proliman ke selatan.

Setelah menemukan lampu merah, wisatawan bisa berbelok ke kiri arah Kecamatan Tawangsari.

Nanti bisa mencari saja jalan menuju Jembatan Lengking.

Karena tempatnya yang terpencil, wisatawan dianjurkan untuk bertanya kepada masyarakat sekitar arah Jembatan Lengking ini.

Sebab, jalannya harus masuk ke desa. Setelah menemui Jembatan Lengking, belok pertama ambil kiri. Bangunan paling pojok tersebut adalah Museum Jawi.

Koleksi barang yang berada di museum jawi mencapai 300 lebih.

Wisatawan dijamin tak akan kecewa saat datang ke museum ini.

Mulai berbagai koin kuno, lampu rel kereta api tahun 1945 buatan Birmingham, peluit VOC, Kursi Sedan Buatan 1980, uang kuno tahun 1945 dan koran asli meninggalnya Pak Karno.

Pemilik Museum Jawi, Kokor mengatakan, dia berburu barang lawas tersebut mulai tahun 1984 dari pasar ke pasar di Seluruh Indonesia.

"Koin Yuliana saya temukan di Batam," papar dia.

Bahkan, Kokor juga membuat perpustakaan berisi buku kuno sejarah Nusantara. Rata-rata usia buku tersebut sudah 40 tahun.

"Ada banyak buku lawa yang ada disini, bahkan buku wayang juga ada," katanya.

Selain itu, dia juga menyimpan cetakan Teks Indonesia Raya 3 Stanza cetakan tahun 1955.

Dia berharap dengan adanya Museum Jawi tersebut, anak muda bisa banyak mempelajari budaya dan sejarah tentang Indonesia.

"Terutama keinginan untuk mempelajari menjaga budaya Jawa," ujarnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved