Heritage Palace Sukoharjo : Objek Wisata Unik yang Dulunya Merupakan Bangunan Tua dan Terbengkalai

Bangunan tua yang sempat terbengkalai tersebut kini menjadi wahana objek wisata pilihan di Kabupaten Sukoharjo.

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ekayana
instagram/@theheritagepalace
The Heritage Palace di Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kabupaten Sukoharjo memiliki berbagai macam tempat wisata yang cukup dikenal baik oleh masyarakat Solo dan sekitarnya.

Salah satunya yakni Heritage Palace yang merupakan tempat wisata unik yang berada di bekas bangunan pabrik gula Gembongan, di Jalan Permata Raya, RT 02, RW 08, Dukuh Tegal Mulyo, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Heritage Palace awalnya merupakan  bangunan tua yang sempat terbengkalai.

Namun saat ini, tempat tersebut menjadi wahana objek wisata pilihan di Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga: Tampung UMKM Kuliner di Sukoharjo, Food Centre Handayani Sediakan Ratusan Menu

Baca juga: Akhir Pekan, Wisata Pasir Putih Dalegan Kabupaten Gresik Dikunjungi Hingga 1000 Pengunjung

Pengelola objek wisata ini, Franky Hardy Sucipto (51) mengatakan objek wisata Heritage Palace terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian indoor, dan outdoor.

"Wisata indoor, ada museum transportasi, museum 3 dimensi, dan omah kwalik, sedangkan yang outdoor, ada taman dan gedung tua seperti di Eropa," kata Franki.

Tarif masuk objek wisata saat hari biasa Rp 55 ribu sedangkan akhir pekan yakni Rp 60 ribu.

"Tiket tersebut berlaku terusan ke wahana lainnya, kami mulai buka pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB," kata Franki.

Franki menceritakan asal mula adanya bangunan tersebut. 

Dirinya memperkirakan bangunan sudah ada sejak tahun 1899.

"Dulu tempat ini merupakan sebuah pabrik gula yang dikelola Belanda, untuk pasti bedirinya saya kurang tau, tetapi di cerobong tersebut tertulis 1899 yang dimana dipercaya merupakan awal berdirinya pabrik ini," kata Franky.

Di tahun 1920, bangunan pabrik tersebut masih seperti rumah Limasan.

Namun akhirnya Pemerintah kolonial Belanda saat itu membuat kebijakan untuk menyamakan bangunan pabrik seperti bangunan di Eropa.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945, bangunan tersebut, resmi milik PTPN.

Namun tahun 1968, banguna tersebut dibeli oleh PT Karep Bojonegoro yang digunakan untuk gudang tembakau.

"Sekitar 1968 bangunan ini dibeli PT Karep Bojonegoro untuk gudang tembakau, setelah itu saya kurang paham berpindah kesiapa lagi, namuun sebelum 2018, tempat sempat disewa pecetakan," kata Franki.

Kemudian ia mengatakan pada tahun 2018, ia menyewa bangunan ini, dan dia ubah menjadi objek wisata.

Ia menjelaskan bangunan ini resmi menjadi objek wisata di Kabupaten Sukoharjo pada 9 Juli 2018.

"2018, kami sewa bangunan ini dan tangggal 9 Juli 2018, kami resmi buka objek wisata kami," kata Franki.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved