Kuliner Enak di Solo

Ciu Bekonang: Miras Khas Sukoharjo Yang Melegenda Sejak Jaman Kolonial

Pengrajin ciu sendiri berada paling banyak ditemui di Kecamatan Polokarto, dan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten.

Penulis: Agil Tri Setiawan
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLO/AGI TRI
Tempat pembuatan minuman keras tradisional, ciu di Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Jika pulau Bali memiliki arak, Solo juga memilik minuman keras yang cukup dikenal di kalangan masyarakat.

Minuman tersebut bernama ciu yang merupakan minuman keras (Miras) tradisional khas Kabupaten Sukoharjo.

Minuman keras ciu terbuat tetes tebu, yang difermentasikan selama 5 - 7 hari.

Baca juga: Tampung UMKM Kuliner di Sukoharjo, Food Centre Handayani Sediakan Ratusan Menu

Baca juga: Akhir Pekan, Wisata Pasir Putih Dalegan Kabupaten Gresik Dikunjungi Hingga 1000 Pengunjung

Pengrajin ciu sendiri berada paling banyak ditemui di Kecamatan Polokarto, dan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten.

Ciu memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi, berkisar 30 sampai 35 persen.

Pembuatan ciu

Menurut Ketua Paguyuban Etanol di Desa Bekonang, Sabariyono (77), bahan dasar yang digunakan untuk membuat ciu berasal dari tetes tebu.

Tetes tebu itu didapat pengrajin dari sejumlah pabrik gula yang ada di Pulau Jawa.

"Tetes tebu sebagai bahan dasar, kemudian ada proses peragian, untuk menumbuhkan benih-benih mikroba," jelasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved