Ciu Bekonang Kerap Disebut Hasil Rendaman Bayi Tikus, Mitos atau Fakta?

konon untuk menambah rasa ciu, orang mencampurnya dengan cindil atau anak tikus yang masih merah dan belum membuka mata.

Penulis: Agil Tri Setiawan
Editor: Ekayana
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO
Salah satu rumah industri pembuatan alkohol di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Sentra industri pembuatan alkohol adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam paket Accor Solo Heritage Cycling.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Minuman beralkohol tradisional khas Kabupaten Sukoharjo, Ciu merupakan minuman yang berasal dari fermentasi tetes tebu.

Dikutip dari Wikipedia, konon untuk menambah rasa ciu, orang mencampurnya dengan cindil atau anak tikus yang masih merah dan belum membuka mata.

Baca juga: Fermentasi Ciu Bekonang Sukoharjo Bisa Jadi Alkohol 95 Persen untuk Medis, Ini Fungsinya

Baca juga: Ciu Bekonang: Begini Proses Pembuatan Minuman Keras Khas Sukoharjo Tersebut

Cindil ini kemudian ikut direndam bersama cairan etanol tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ketua Paguyuban Etanol di Bekonang, Sabariyono (77) mengatakan, jika kabar itu tidak benar.

"Saya malah tidak pernah tau jika ada campuran (candil) itu," katanya saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Selasa (17/11/2020).

Dia menyebutkan, terkait pencampuran Candil dalam fermentasi Ciu tidak ada buktinya.

"Tidak ada, itu cuma isu bohong saja." ucapnya.

"Itu isu yang tidak baik, fitnah kehidupan kalau bahasa agamanya," imbuhnya.

Sabariyono sendiri tidak mengetahui bagaimana isu tersebut dapat timbul di masyarakat.

Namun, dari sepengetahuannya, Ciu murni berasal dari tetes tebu yang telah difermentasi.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved