Kuliner Enak di Solo

Ciu Bekonang: Begini Proses Pembuatan Minuman Keras Khas Sukoharjo Tersebut

Ketua Paguyuban Etanol di Bekonang, Sabariyono (77) mengatakan, Ciu sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu. 

Penulis: Agil Tri Setiawan
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/AGIL TRI
Ketua Paguyuban Etanol di Bekonang, Sabariyono saat menunjukkan pembuatan ciu bekonang di Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ciu merupakan sebuah minuman tradisional yang memiliki kadar berakohol cukup tinggi. 

Sentra pembuatan Ciu sendiri paling banyak di temui di Kacamatan Mojolaban, dan Kecamatan Polokarto Sukoharjo. 

Baca juga: Ciu Bekonang: Miras Khas Sukoharjo Yang Melegenda Sejak Jaman Kolonial

Baca juga: Favehotel Solo dan Komunitas Agen Travel Keliling Solo, Tunjukkan Wisata di Soloraya Aman

Namun, minuman keras tradisional tersebut sangat identik dengan Desa Bekonang yang ada di Kecamatan Mojolaban.

Ketua Paguyuban Etanol di Bekonang, Sabariyono (77) mengatakan, Ciu sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu. 

Hingga saat ini, ratusan pengrajin ciu dan etanol menggantungkan hidup dari produksi alkohol ini. 

"Kalau jumlah pengrajin, sebenarnya paling banyak ada di Polokarto, ada sekitar 90 orang." katanya, Senin (16/11/2020).

"Kalau di Mojolaban hanya sekitar 50 orang, tapi terkenalnya di Bekonang ini," imbuhnya. 

Yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadar alkoholnya.

Tong-tong yang digunakan untuk proses pembuatan alkohol di Desa Ciu Bekonang (Kompas.com/Nur Rohmi Aida)
Tong-tong yang digunakan untuk proses pembuatan alkohol di Desa Ciu Bekonang (Kompas.com/Nur Rohmi Aida) (Kompas.com/Nur Rohmi Aida)

Ciu biasanya memiliki kadar alkohol sekira 30 persen, sementara alkohol medis diatas 90 persen.

Di Bekonang, bahan dasar yang digunakan untuk membuat kedua jenis cairan tersebut berasal dari tetes tebu. 

Tetes tebu itu didapat pengrajin dari sejumlah pabrik gula yang ada di Jawa. 

"Tetes tebu sebagai bahan dasar, kemudian ada proses peragian, untuk menumbuhkan benih-benih mikroba," jelasnya. 

Mikroba ini nanti yang akan memakan kadar gula yang ada pada tetes tebu. 

Fermentasi ini dilakukan selama satu minggu. 

"Hasil fermentasi itu kemudian diproses sehingga menjadi ciu," tandasnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved