Berita Dunia Terbaru

Pandemi Belum Usai, Wisatawan yang Pergi ke Jamaika Kini Harus Bayar Biaya Asuransi Medis

Jamaica Cares akan diluncurkan bulan depan dan bertujuan untuk memberikan kepercayaan kepada para wisatawan ketika mereka siap untuk perjalanan.

Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
lonelyplanet.com
ilustrasi wisata di Jamaika 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Jamaika kini membebankan biaya wajib tambahan sebesar $ 40 atau Rp 580 ribu kepada wisatawan saat memasuki negara tersebut.

Biaya tersebut dibayarkan untuk menutupi perlindungan wisatawan dan layanan tanggap darurat medis dan krisis.

Jamaica Cares akan diluncurkan bulan depan dan bertujuan untuk memberikan kepercayaan kepada para wisatawan ketika mereka siap untuk melakukan perjalanan lagi.

Baca juga: Cegah Penularan Virus Corona, Perayaan Halloween di Kota Penyihir Salem Dibatalkan

Baca juga: Akibat Pandemi yang Tak Kunjung Usai, Sebuah Hotel Berusia 100 Tahun di New York Ditutup

Pusat Manajemen Krisis Ketahanan Pariwisata Global sedang mengoordinasikan dan mengelola program dengan penyedia manajemen krisis perjalanan, Penyelamatan Global, dan dua perusahaan asuransi kesehatan perjalanan.

Jamaika merupakan negara pertama yang memfasilitasi kemitraan untuk program tanggap keamanan pandemi yang komprehensif.

Ini mencakup biaya perawatan, penyelamatan lapangan, evakuasi, dan pemulangan untuk keadaan darurat medis, termasuk COVID-19 dan bencana alam.

Layanan ini menyediakan manajemen kasus, logistik transportasi dan cakupan kesehatan internasional hingga $ 100.000 atau Rp 1 miliar lebih untuk wisatawan.

Sedangkan untuk jaminan kesehatan di pulau sendiri mencapai hingga $ 50.000 atau Rp 700 juta lebih.

"Jamaica Cares memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam industri perjalanan dengan menyediakan perlindungan medis primer dan layanan evakuasi medis," kata Hon. Edmund Bartlett, wakil ketua Pusat Ketahanan Pariwisata Global dan Manajemen Krisis.

"Pelancong tahu bahwa mereka dilindungi, dan mereka tahu wisatawan lain juga. Itulah yang diperlukan untuk memberikan kepercayaan kepada pelancong saat mereka siap untuk bepergian," ujarnya.

Jamaika adalah sebuah pulau di Karibia yang terkenal dengan keindahan dan kekayaan budayanya.

Bagi pecinta alam, kegiatan scuba diving, snorkeling dan perjalanan rakit bambu bisa dinikmati di Jamaika.

Wisatawan bisa juga berpetualang ke gua atau hiking ke puncak Blue Mountain Peak.

Setelah ditutup untuk pengunjung ketika pandemi melanda, Jamaika dibuka kembali pada 15 Juni 2020.

Wisatawan juga harus menjalani pemeriksaan suhu, memiliki hasil tes COVID-19 negatif, dan melengkapi aplikasi Travel Authorization.

Biaya baru akan dimasukkan sebagai bagian dari proses aplikasi ini, dan partisipasi wajib bagi semua pemegang paspor non-Jamaika. Informasi lebih lanjut tersedia dari situs web Global Rescue di sini.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved