Berita Dunia Terbaru

Malta Kini Ijinkan Wisawatan Asal Amerika Masuk Ke Negaranya

Malta yang berada di kepulauan di selatan Sisilia tersebut akan mengizinkan turis Amerika untuk memasuki negara tersebut.

Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
google.com
ilustrasi negara Malta 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Saat new normal, hanya sedikit negara yang memperbolehkan warga AS untuk memasuki negaranya.

Namun, semakin lama daftar pendek tersebut kini terus bertambah.

Meskipun Uni Eropa masih mempertahankan larangan perjalanannya terhadap orang Amerika, beberapa negara anggota - seperti Kroasia - telah membuat pengecualian.

Salah satunya yakni negara Malta.

Liburan ke Hawaii Kini Wajib Masukkan Informasi Kesehatan via Aplikasi

Pengunjung Resto Dibatasi, Restoran di Amerika Ini Gunakan Manekin Vintage Untuk Isi Kursi

Malta yang berada di kepulauan di selatan Sisilia tersebut akan mengizinkan turis Amerika untuk memasuki negara tersebut.

Namun dengan catatan, turis telah menghabiskan 14 hari sebelumnya di salah satu tujuan yang telah dimasukkan pejabat Malta dalam koridor perjalanan yang aman.

Menurut pernyataan di situs web Bandara Internasional Malta, daftar aman tersebut mencakup Austria, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hongaria, Islandia, Irlandia, Jerman, Latvia, Lituania, Luksemburg, Norwegia, Italia.

Selain juga ada Prancis, Slovakia, Swiss, Yunani, Kroasia, Spanyol, Polandia, Inggris, Belgia, Bulgaria, Belanda, Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Andorra, Monako, San Marino, Cina, Kota Vatikan, Rwanda, Uruguay, Slovenia, Jepang , Maroko, Thailand, Tunisia, Portugal, Rumania, Lebanon, Indonesia, Uni Emirat Arab, Turki, Yordania, dan Liechtenstein.

Setelah menghabiskan dua minggu di salah satu lokasi tersebut, turis AS baru dapat pergi ke Malta selama mereka tidak singgah di tujuan yang tidak termasuk dalam daftar koridor aman.

Selain mengisi Formulir Pernyataan Perjalanan Kesehatan Masyarakat dan Formulir Penanda Penumpang, sebagian besar pelancong Amerika di Malta akan bebas menjelajahi negara itu seperti biasanya.

Karantina pada saat kedatangan tidak akan diperlukan.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa hanya sedikit negara di daftar aman yang saat ini menerima pengunjung AS.

Kebijakan ini telah berlaku sejak 15 Juli, tetapi baru-baru ini diuji oleh penjelajah Amerika, Joey Pham.

“Saya sangat terkejut mendengar ini tentang Malta karena itu adalah Schengen,” kata Pham Forbes.

“Saya mempelajarinya dari komunitas travel. Saya juga pergi ke Kroasia, relatif mudah dengan tes [COVID negatif] saya di tangan. Tapi karena tidak ada penerbangan langsung dari sana ke Malta, saya transit lewat Italia. ” katanya.

Italia adalah salah satu negara UE yang menolak masuknya turis AS, tetapi transit melalui negara itu diperbolehkan.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved