Kuliner Indonesia

Mengenal Kuliner Sate Kere, Makanan Wong Cilik Sejak Masa Penjajahan

Penjual makanan sate kere saat ini terbilang sulit ditemui selain di Solo.

Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
KOMPAS.com/ Lulu Cinantya Mahendra
Sate kere buatan Mbak Tugiyem di Solo, Jawa Tengah. Sate ini merupakan kegemaran Presiden RI, Joko Widodo. 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah merupakan salah satu tempat yang memiliki banyak referensi untuk berwisata kuliner.

Salah satu menu kuliner yang memiliki nilai sejarah panjang di Solo yakni sate kere.

Penjual makanan sate kere saat ini terbilang sulit ditemui selain di Solo.

Pada dasarnya sate kere adalah sate dengan bahan dasar jeroan sapi seperti kikil, jantung, usus, hati sapi, dan tempe gambus yang dibakar lalu disiram dengan bumbu kacang.

Kuliner Malam di Kota Solo, Menikmati Semangkuk Wedang Ronde Khas Solo Pak Darto

(VIDEO) Menikmati Sate Kelinci dengan Pemandangan Alam Cemoro Kandang Karanganyar

Namun di balik kelezatannya, sate kere tak sebatas makanan tradisional. Ada cerita perjuangan masyarakat Solo dari sejarah terciptanya sate kere.

1. Bukti kreatifvitas "wong cilik"

Dari namanya "kere" berarti miskin atau tidak punya uang.

Sebutan itu sering digunakan masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Arti "kere"mengambarkan apa sebenarnya isi sate tersebut.

Bahan yang digunakan adalah tempe gembus yang terbuat dari ampas pembuatan tahu dan jeroan.

Pada maza penjajahan, daging adalah makanan yang sangat mewah hanya bisa disantap oleh bangsa kolonial dan para priayi.

Masyarakat pribumi yang ingin makan sate menciptakan sajian sederhana dari bahan pangan yang mereka punya. Jeroan sapi dipilih, karena bagi bangsa kolonial dan para priayi dianggap limbah pangan.

2. Bumbu Sate Kere

Seperti sate kebanyakan, sate kere juga disajikan dengan bumbu kacang. Bumbu kacang untuk sate yang unik ini berbeda dengan bumbu kacang sate ponorogo dan sate di daerah lain.

Jika diolah dengan tepat, bumbu sate kere dapat membuat tempe gembus jadi terasa makan daging. Bumbu yang digunakan dari sate kere ini terdiri dari gula merah, cabai, dan kacang.

Bumbu kacang sate kere umumnya terasa terasa pedas, tetapi tetap dominan rasa manisnya. Hal ini seperti kebanyakan makanan khas Solo dengan rasa manis yang dominan.

3. Makanan untuk semua kalangan

Walaupun dulunya merupakan sajian untuk "wong cilik" saat ini sate kere digemari oleh semua kalangan masyarakat.

Bahkan sate kere juga menjadi sajian favorit orang Presiden Joko Widodo. Sampai-sampai sate kere jadi salah satu hidangan langganan saat Jokowi hajatan di kampung halaman.

Salah satu penjual sate kere terkenal di Solo adalah sate kere Mbak Tugiyem. Sate kere Mbak Tugiyem yang merupakan makanan kesukaan Presiden Joko Widodo.

"Sudah lama sebelum jadi walikota, Bapak (Joko Widodo) sudah sering kemari, sudah sering makan di sini. Kalau Bapak pulang ke Solo selalu makan ke mari," ujar suami Tugiyem, Marimin (60), yang dihubungi Kompas.com, Kamis (5/9/2019).(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sejarah Sate Kere, Bukti Kreativitas Orang Solo pada Masa Penjajahan

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved