Berita Dunia Terbaru

Hindari Penyebaran Corona, Italia Hidupkan Kembali Jendela Anggur dari Abad ke-17

Tradisi jendela anggur tersebut berasal dari tahun 1600-an ketika Italia berada dalam cengkeraman pandemi sebelum corona.

Lonelyplanet.com
Jendela wine yang kecil diaktifkan kembali saat pandemi corona 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Bisnis kuliner di Italia kini kembali menghidupkan tradisi penjualan anggur dan minuman lain dari pintu dinding kecil yang dikenal sebagai 'wine windows' atau jendela anggur.

Dilansir dari Lonely Planet, tradisi jendela anggur tersebut berasal dari tahun 1600-an ketika Italia berada dalam cengkeraman pandemi sebelum corona.

Meskipun Tuai Kekhawatiran, Restoran di Italia Tetap Akan Kembali Dibuka Usai Pandemi

Juni 2020 Italia Mulai Terima Kedatangan Turis Asing

Pabrik anggur, gelateria, dan bar di Tuscany saat ini telah menemukan cara untuk menyajikan minuman dan suguhan kepada pelanggan sambil menjaga jarak fisik yang aman dengan menggunakan jendela anggur atau buchette del vino seperti yang dikenal dalam bahasa Italia.

Saat wilayah tersebut keluar dari penguncian, jendela ini telah menyajikan anggur nirkontak, Aperol Spritzes, gelato, dan kopi kepada pelanggan yang membutuhkan.

Di Italia, jendela anggur ini ada sekitar 150 di antaranya di Tuscany termasuk restoran yang berada di Buchette del Vino.

hdsghgfdg
Jendela Wine di Italia diaktifkan kembali (Lonelyplanet.com)

Tempat tersebut merupakan sebuah organisasi budaya nirlaba yang didirikan oleh tiga teman yakni Matteo Faglia, Diletta Corsini, dan Mary Christine Forrest pada 2015 untuk mempromosikan, melestarikan, dan menyoroti jendela berukuran kecil ini.

Lebih dari 100 keunikan arsitektur ini dapat ditemukan di pusat sejarah wilayah sejarah Florence.

Jendela anggur sendiri pertama kali muncul pada abad ke-17 ketika pedagang anggur memutuskan untuk membuat bukaan kecil di dinding tempat mereka untuk terus menyajikan minuman kepada publik selama Wabah Italia tahun 1629–1631.

Para pedagang anggur ini nyatanya juga memahami masalah penularan pandemi pada saat itu. lo

"Mereka memberikan botol anggur melalui jendela kepada klien tetapi tidak menerima pembayaran langsung ke tangan mereka," kata kata Buchette del Vino.

"Sebaliknya, mereka memberikan palet logam kepada klien, yang meletakkan koin di atasnya, dan kemudian penjual mendisinfeksi mereka dengan cuka sebelumnya dan mengumpulkan koin koin tersebut, "

Seiring waktu, karena permintaan berkurang karena semakin berkurang pandemi, jendela mungil tersebut akhirnya ditutup.

Tapi hari ini, saat Italia bergulat dengan pandemi baru dan ketakutan akan penularan virus corona, beberapa bisnis Florentine termasuk Osteria delle Brache dan Babae telah membuka jendela mereka lagi untuk menyajikan minuman.

Sementara pemilik toko es krim Vivoli menyajikan kopi dan gelato kepada orang yang lewat. -oleh.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved