Sering Dibawa Saat Naik Gunung, Rupanya Mi Instan Tak Cocok Jadi Bekal, Kenapa?

Apabila kondisi tubuh manusia sudah mengalami dehidrasi, lanjut dia, bisa berujung pada kehilangan orientasi.

shutterstock.com/Tae+PY15MU
Ilustrasi mi instan.(shutterstock.com/Tae+PY15MU) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Saat naik gunung, banyak pedaki yang kerap membawa jenis makanan mie instan untuk bekal selama berada di gunung.

Namun bekal favorit pendaki tersebut nyatanya tak disarankan oleh dokter.

Salah satunya yakni pria dikenal sebagai dokter gunung Indonesia, Dokter Siswo Putranto Santoso.

"Banyak banget pendaki gunung bawa makanan yang ringan, contohnya mi instan. Padahal mereka gak sadar kalau itu makanan yang bisa mematikan dirinya saat mendaki gunung," kata dokter Siswo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Baru Pertama Naik Gunung? Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Mendaki

Keluarga Amerika Ini Sulap Bus Sekolah Jadi Rumah Indah Untuk Bepergian, Ini Penampakannya

Ada alasan di balik anjuran untuk tidak membawa instan sebagai bekal makanan saat mendaki gunung Memasak mi instan, kata dia, tidak cocok dikonsumsi di gunung yang terbilang sulit untuk mencari sumber air. Mi instan, lanjut Siswo, merupakan makanan yang justru menyerap air.

Ia mencotohkan saat orang memasak mi instan, lalu membiarkan selama 15 menit, maka sisa air di dalam piring akan hilang. "Airnya habis kenapa? Itu karena disedot oleh mi. Makanya kalau kita habis makan mi itu kita merasa haus," jelasnya.

Jika memasak mi instan di rumah, orang masih bisa mencari minum apabila kehausan. Namun, kondisi tersebut akan terasa sulit jika kamu sedang berada di gunung. "Sekarang kita di gunung, yang enggak ada air, cari air susah. Kadang bahkan mi instan itu dimakan mentah-mentah, ya habislah cairan tubuh kita disedot. Akhirnya tubuh kita dehidrasi," tambahnya.

Apabila kondisi tubuh manusia sudah mengalami dehidrasi, lanjut dia, bisa berujung pada kehilangan orientasi. Hilangnya orientasi pendaki dapat mengakibatkan pendaki tersasar, bahkan menimbulkan kematian apabila halusinasi semakin tak terkendali. "Harusnya kan di gunung itu ya kita hemat air. Kok malah bawa makanan yang dapat menghabiskan air," ujarnya. Lantas, makanan apa yang sebaiknya dibawa saat mendaki gunung?

Bawa makanan berkabohidrat ringan dan air secukupnya

Untuk mendaki gunung, hal yang pertama ia sarankan yaitu membawa persediaan air secukupnya. Kedua, terkait makanan, ia menyarankan agar pendaki membawa makanan berkabohidrat ringan. Baca juga: Bukan Makanan Kaleng, Ini Bekal Ransum yang Pas untuk Mendaki

"Banyak makanan kabohidrat ringan misalnya, sagu. Gak selalu harus nasi," kata Siswo. "Roti-roti Prancis atau semacamnya. Kan cuma tiga hari paling lama, enggak mungkin kekurangan gizi," tuturnya.

Lantas apakah membawa mi instan sebagai bekal makanan benar-benar tidak disarankan? Menurutnya, membawa mi instan sebagai bekal makanan boleh dilakukan, asalkan bukan dalam kegiatan pendakian gunung. Misalnya, kata dia, orang yang sedang camping di bawah ketinggian 1.000 mdpl.

"Kalau ketinggian di bawah 1.000 mdpl, oke deh, mau bawa mi satu truk silakan. Karena air mudah didapat," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Jangan Bawa Mi Instan untuk Bekal Makan Naik Gunung, Kenapa?

Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved