Jangan Asal Naik Gunung, Pendaki Wajib Pahami Manajemen Survival Saat Mendaki Gunung, Apa Itu?

Selain itu, menurutnya mendaki gunung memerlukan kerja otak, kesiapan perlengkapan, dan hati nurani yang siap.

TRIBUNSOLO.COM/ISTIMEWA
ILUSTRASI PENDAKI : Founder CAV On The Montain, Lulu Kartika saat tengah mendaki gunung. 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas menyenangkan yang kerap dilakukan untuk menikmati keindahan alam.

Namun, mendaki bisa menjadi aktivitas yang mendebarkan jika pendaki tak memperhitungkan manajemen survival selama berada di atas gunung.

Sering Dibawa Saat Naik Gunung, Rupanya Mi Instan Tak Cocok Jadi Bekal, Kenapa?

Berada di Sekitar Gunung Lawu, Ini 5 Tempat Wisata di Tawangmangu dengan Udara Sejuk

Sehingga untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan tersebut, pendaki diwajibkan menerapkan manajemen survival.

Hal ini diungkapkan Siswo Putranto Santoso, dokter Rumah Sakit Umum Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur yang kerap berjuluk Dokter Gunung Indonesia.

Lantas apa itu manajemen survival pendakian gunung? "Manajemen survival (gunung) ini kerap disalah artikan sebagai survival atau hidup apa adanya. Ini salah," kata Siswo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020). "Survival itu adalah me-manage otak, perlengkapan, dan hati nurani," lanjutnya.

  • Melebihkan persediaan makanan

Menurutnya, mengelola manajamen survival dapat dimulai sebelum pendakian, seperti melebihkan persediaan makanan.

"Misalnya saya pergi naik gunung itu tiga hari, saya selalu lebihkan makanan saya untuk dua hari. Memang berat benar, tapi kan saya gak mau nyawa saya seringan makanan saya," ujarnya.

Jika terlalu berat karena bahan makanan yang lebih banyak, cukup berhenti sejenak dan beristirahat.

"Tapi kan anak-anak sekarang sering banget itu ketika lihat puncak sudah dikit lagi, lalu memaksakan diri. Bahkan alat-alatnya ditinggalin di satu tempat untuk memperingan tubuhnya," tambahnya.

  • Siapkan pengetahuan

Selain itu, menurutnya mendaki gunung memerlukan kerja otak, kesiapan perlengkapan, dan hati nurani yang siap.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved