Cerita Unik

Keluarga Amerika Ini Sulap Bus Sekolah Jadi Rumah Indah Untuk Bepergian, Ini Penampakannya

Pasangan itu membeli bus sekolah 1991 dan mengubah interiornya menjadi seperti rumah.

Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
insider.com
keluarga Hernandezes yang tinggal di dalam bis di Amerika 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Sebuah keluarga asal Amerika Serikat yakni Keluarga Hernandez menyulap sebuah bus sekolah dan tinggal bersama dengan 2 anak dan seekor anjing.

Kelurga Hernandez mulai mempertimbangkan kehidupan bus pada tahun 2016.

Cerita Keluarga Inggris yang Tak Bisa Kembali ke Amerika, Diisolasi di Rumah Bambu di Bali

Bertema Alam, Kedai Plawangan di Klaten Jadi Tempat Favorit Anak-Anak dan Keluarga

"Kami sebenarnya tinggal di sebuah rumah kota pada tahun sebelumnya," kata Hannah kepada Insider yang dikutip Tribunsolotravel.com.

"Dan ketika sewa habis, kami tahu kami ingin memiliki sesuatu, tetapi kami juga tahu bahwa kami tidak akan memenuhi syarat untuk sebuah rumah," katanya.

"Pada waktu itu, kami tidak punya anak, dan kami sering bepergian hingga kami memutuskan untuk memiliki sebuat bus sekolah untuk tinggal sekaligus bepergian,"

Pasangan itu membeli bus sekolah 1991 dan mengubah interiornya menjadi seperti rumah.

salah satu interior dalam bis keluarga hernandes
salah satu interior dalam bis keluarga hernandes (insider.com)

Keluarga Hernandez menghabiskan satu setengah tahun merenovasi bus dengan bantuan keluarga dan teman-teman dan menempatinya sejak 2018.

Mereka berbagi rumah dengan kedua anak balita mereka yakni Nora, Atlas, dan anjing mereka, Girly.

Bus seluas 187 kaki persegi ini menjadi rumah yang nyaman untuk keempat orang tersebut.

Ruang keluarga dan dapur duduk di depan bus.

Sofa sekaligus tempat tidur berukuran penuh terlihat nyaman dengan warnaa sprei putih berhadapan dengan dapur mereka.

Pasangan tersebut juga hobi membeli barang-barang saat mereka bepergian untuk menghias bis mereka sehingga tampak lebih indah.

Hannah menambahkan bahwa ketika keluarga sedang mengemudi, mereka mengeluarkan barang-barang dekoratif dari rak untuk menghindari kerusakan.

Area sofa dalam bis tersebut berfungsi sebagai tempat untuk kursi mobil anak-anak.

Baik Nora dan Atlas memiliki kursi yang dilengkapi dengan sabuk pengaman dalam bus sehingga merea tetap aman meskipun bus bergerak.

Dapur keluarga Hernandez memiliki banyak ruang ruangan dan tampak lega.

"Di rumah kota kami, kami menghabiskan banyak waktu di dapur," kata Hannah. "Jadi kami tahu itu akan menjadi bagian besar dari bus kami,"

Bus memiliki meja dapur yang memberi keluarga cukup ruang untuk memasak dan menyiapkan makanan.

Selain itu dapur juga dilengkapi lemari es, kompor, dan oven, tetapi tidak ada microwave, karena akan memakan banyak ruang.

Wastafel rumah pertanian adalah salah satu fitur favorit van.

dapur keluarga yang berada di dalam bis
dapur keluarga yang berada di dalam bis (insider.com)

Hannah mengatakan bahwa wastafel rumah pertanian adalah salah satu pembelian pertama yang dilakukan pasangan itu untuk bus. Wastafel tersebut selain sebagai tempat mencuci sayuran juga berfungsi sebagai bak mandi anak-anak.

"Aku hanya suka betapa serbagunanya itu, di rumah mungil, sangat menyenangkan memiliki banyak kegunaan untuk satu item," katanya.

Pasangan ini memiliki dua area kamar mandi yang terpisah yakni ruang toilet dan kamar mandi.

"Kami memiliki toilet kompos Nature's Head kami dan wastafel kecil Ikea," kata Hannah tentang kamar toilet.

Kamar mandinya berada di ruang basah terpisah yang sepenuhnya berubin.

kamar mandi di ruangan dalam bis keluarga
kamar mandi di ruangan dalam bis keluarga (insider.com)

Memiliki toilet dan shower di rumah mungil di atas roda adalah sebuah kemewahan, karena banyak orang yang hidup secara nomaden harus bergantung pada shower umum.

Bus juga dilengkapi mesin pencuci serta pengering ganda untuk menambah kenyamanan.

Tepat melewati area kamar mandi, Hernandezes memiliki area penitipan anak untuk anak-anak mereka.

Atlas dan Nora masing-masing memiliki boks dan sudut sendiri, yang memberi mereka privasi.

Nora tidur di boks tradisional, sementara Atlas memiliki keranjang gantung.

Sudut personalisasi Atlas cukup luas sehingga dapat berkembang saat ia tumbuh.

kamar anak di dalam bis
kamar anak di dalam bis (insider.com)

"Kami benar-benar mengeluarkan lemari kami dan membangun rak di kamar kami untuk dapat menyesuaikan buaian untuknya," kata Hannah.

Dia menambahkan bahwa interior bus dirancang agar dapat beradaptasi. Misalnya, keranjang gantung dapat diganti agar sesuai dengan boks yang lebih besar agar sesuai dengan kebutuhan Atlas saat ia tumbuh, dan tempat tidur balita dapat ditampung di tempat yang sama juga.

Demikian juga, buaian dekat Nora dapat dilepas agar sesuai dengan tempat tidur susun.

Nora telah tinggal di bus sejak dia berusia lima minggu, dan Atlas telah tinggal di dalam sejak lahir.

Nora kadang-kadang menghabiskan waktu di rumah kakek neneknya yang lebih tradisional, tetapi keluarga Hernandez mengatakan bahwa itu tidak membuatnya seperti tinggal di bus.

"Kita bisa melihat bahwa anak-anak menyukainya," kata Hannah.

Dia pikir bagian dari alasan Nora sangat menyukainya adalah bahwa semua barang-barangnya mudah diakses di dalam bus.

Selain itu juga memiliki kesempatan untuk bepergian juga menciptakan kenangan keluarga

"Saya pikir itu sangat keren bahwa kita bisa membawanya ke semua tempat, karena memang tidak semua anak pernah mengalami kenangan bepergian seperti ini hingga dewasa," kata Hannah.

Keluarga Hernandez mengatakan bahwa bis mereka mereka tidak selalu berjalan.

"Ketika kita berdiri diam, kita hanya membayar sekitar $ 200 sebulan," kata Ian tentang pengeluaran keluarganya.

"Kami bepergian ketika kami bisa, dan jika tidak, kami memiliki pangkalan di Florida di mana keluarga kami berada," kata Hannah.

tempat duduk supir bis
tempat duduk supir bis (insider.com)

Mereka tinggal di Florida akhir-akhir ini karena pandemi coronavirus.

"Ketika kami bepergian, biayanya jauh lebih mahal daripada naik bus jika kami mendapatkan hotel," kata Ian, menjelaskan bahwa keluarga harus membayar bensin dan pemeliharaan kendaraan.

"Itu tidak terjadi dalam semalam untuk kita," kata Ian. "Butuh dua tahun untuk membangun bus, dan kami masih mengerjakannya."

Pasangan itu menambahkan bahwa meskipun berhemat bisa sulit tapi hal tersebut cukup bermanfaat.

"Bagi saya, bagian terbaik dari gaya hidup kita adalah menyingkirkan banyak hal," kata Ian. "Ini proses yang berkelanjutan," ujarnya.

Pasangan tersebut juga mengatakan bahwa sementara mereka berharap untuk tinggal di bus selama mereka bisa hingga mereka percaya bahwa mereka merasa cukup.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved