Tak Tutup Meskipun Corona, Pulau Tidung Batasi Jumlah Wisatawan dan Perketat Protokol Kesehatan

Wisatawan tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) selam berlibur ke Pulau Tidung

Kompas.com/Robertus Belarminus
Pemandangan laut dari atas Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Pulau Seribu, DKI Jakarta.(Kompas.com/Robertus Belarminus) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Usai pandemi, banyak tempat wisata yang kini mulai diijinkan untuk dibuka kembali setelah beberapa bulan tutup karena pandemi.

Namun, berbeda dengan pulau Pulau Tidung yang sejak awal tak menutup tempat wisata.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Puji Astuti membeberkan bahwa meskipun selalu dibuka namun Pulau Tidung tetap membatasi kunjungan wisata sebesar 50 persen.

Usai Pandemi Corona, Taman Nasional Ujung Kulon Kini Diizinkan Buka Kembali

Jadi Spot Wisata Murah, Wisata Danau Biru Majalengka Ini Tawarkan Air Sejernih Kaca

"Sebenarnya bukan pembukaan kembali. Minggu lalu ada kesalahan informasi jadi bukan ditutup tapi kunjungan wisatanya dibatasi 50 persen," kata Puji saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/7/2020). Pulau Tidung sebelumnya dikabarkan tutup mulai 19 Juli 2020.

Hal ini karena ada lima warga yang positif terkena Covid-19 setelah kembali dibukanya pariwisata Pulau Tidung. Hal tersebut sebelumnya dibenarkan oleh Puji berdasarkan laporan Lurah Pulau Tidung, Hafsah.

Kala itu, ia menerangkan Pulau Tidung akan ditutup selama 14 hari akibat ditemukannya kasus Covid-19.

Namun pada kesempatan ini, ia meluruskan dan meminta maaf adanya kesalahan informasi terkait penutupan pariwisata Pulau Tidung.

"Mohon maaf, itu ada kesalahan info terkait penutupan Pulau Tidung," terangnya singkat. Sementara itu, dilansir Antara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu dilaporkan kembali membuka lokasi wisata Pulau Tidung, Rabu (22/7/2020).

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi usai memimpin apel pengawasan dan penindakan penggunaan masker di halaman Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

"Wisatawan tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) selam berlibur ke Pulau Tidung," tegasnya seperti dikutip Antara.

Ia melanjutkan, pembukaan lokasi wisata ini dilakukan dengan cara membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari kapasitas normal.

Pembatasan kapasitas ini dimulai dari transportasi hingga akomodasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Sementara itu, Lurah Pulau Tidung, Hafsah juga mendukung pembukaan kembali wisata dengan lebih ketat termasuk di pintu masuk pelabuhan seperti Pelabuhan Kaliadem, Marina Ancol, Pantai Mutiara, Rawasaban, Tanjung Kait dan Tanjung Pasir.

"Kami terus mengedukasi pihak travel dan wisatawan dengan menjalankan protokol kesehatan," jelasnya. Sebelumnya, sebanyak 12 pedagang di Pulau Tidung juga dinyatakan positif Covid-19 usai pengujian usap tenggorokan pada 19 dan 24 Juni 2020.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Bukan Tutup, Pulau Tidung Batasi Kunjungan Wisatawan

Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved