Bebas Virus, Negara Kepulauan Fiji Berencana Buka Travel Bubble dengan Australia dan Selandia Baru

Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Fiji - Sebuah air terjun di ouma National Heritage Park di Pulau Taveuni.(SHUTTERSTOCK) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Industri wisata di setiap negara mengaami penurunan jumlah pengunjung akibat virus corona.

Tak terkecuali industri pariwisata negara kepulauan Fiji yang juga sempat hancur karena adanya pandemi corona.

Namun, akhir akhiri ini negara indah tersebut akan membuat usulan travel bubble terbaru untuk mengembalikan jumlah wisatawan terutama wisatawan Australia dan Selandia Baru.

Bersepeda Menjadi Kini Menjadi Tren, Intip Kebiasaan Masyarakat Pesepeda di Denmark

Belum Ada Kejelasan dari Gubernur, Disneyland Resort California Kini Tunda Pembukaan

Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas, dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

Mengutip ABC, Jumat (26/6/2020), Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, mengajukan travel bubble untuk memungkinkan wisatawan internasional kembali ke sana.

Hal ini dicanangkan sementara kepada Pemerintah Australia dan Selandia Baru.

Kedua negara tersebut merupakan dua sumber terbesar terhadap kunjungan internasional di Fiji. Di bawah aturan travel bubble, mereka akan diizinkan untuk masuk ke Fiji dalam kondisi yang ketat.

Hal tersebut karena Fiji hanya memiliki 18 kasus virus corona dengan nol kematian.

Wisatawan juga diberi dua pilihan terkait karantina.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved