Lama Tak Berwisata Selama Pandemi, Ratusan Orang Nekat Camping di Puncak Bogor

Ripto juga menilai, pengelola tempat wisata camping itu tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yaitu terkait pembatasan kapasitas kunjungan.

Shutterstock
Ilustrasi Tenda Pendakian Gunung.(Shutterstock) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Ramai di media sosial, kegiatan camping di Bukit Alas Bandawasa Bogor, awal Juni lalu. Tindakan camping itu dilakukan di tengah masa pembatasan sosial yang masih berlaku.

Anggota Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) yang merupakan salah satu Tim Indonesia Everest tahun 1997, Ripto Mulyono melihat tindakan ini karena orang-orang yang sudah berada di rumah selama lebih dari tiga bulan.

Bersiap Sambut Wisatawan, Obyek Wisata di Belitung Mulai Simulasi Protokol Kesehatan

Buka Kembali Saat New Normal, Berikut Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pantai Kukup Yogyakarta

"Itu saya lihat seperti orang dikurung tiba-tiba keluar. Jadi selama tiga bulan akhirnya dia ingin cari kesenangan atau apa ya larinya ke gunung atau alam, jadi seperti dilepas gitu," kata Ripto dalam webinar FMI bertajuk "Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Masa Pandemi" Kamis (25/6/2020).

Ia pun mengungkapkan, kejadian tersebut sama halnya seperti saat Car Free Day (CFD) Jakarta yang baru dilaksanakan kembali, Minggu (21/6/2020) kemarin.

Ripto juga menilai, pengelola tempat wisata camping itu tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yaitu terkait pembatasan kapasitas kunjungan.

"Makanya saya bingung, kok dibuka tiba-tiba. Jadi tidak ada pengumuman protokol dan akhirnya ya protokol kesehatan diabaikan pengunjung," jelasnya.

Kurangnya pengawasan dan protokol tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan bagi masyarakat yang sudah dikurung berbulan-bulan untuk datang ke tempat itu.

Oleh karenanya, ia melihat pula tindakan berbondong-bondong camping meski masih pandemi itu seperti anak kecil yang sudah lama tak main keluar rumah.

"Jadi seperti anak kecil yang sudah disuruh rumah terus akhirnya mereka keluar. Keinginan yang sudah terpendam selama tiga bulan, mereka tiba-tiba ada kesempatan keluar ya mereka akan seperti itu," terangnya.

Ini Ia juga menilai, harusnya tempat wisata seperti camping dan pendakian memiliki prosedur atau protokol kesehatan yang kuat di tengah pandemi yang belum berakhir.

Menurutnya, kegiatan camping pun juga harus memiliki protokol tersendiri.

"Harusnya pengelola itu sudah siap. Jadi, camping kan ada protokolnya yang juga harus disiapkan seperti juga pendakian gunung," katanya.

Sebelumnya, awal Juni lalu, warganet sempat dihebohkan dengan viralnya foto tempat wisata di Bukit Alas Bandawasa, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Hal ini lantaran foto menunjukkan ramainya pendaki di Bukit Alas Bandawasa saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Ramai-ramai Camping di Puncak Bogor, Seperti Orang Dikurung Tiba-tiba Keluar

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved