Wisata Gunung Kembali Dibuka Saat New Normal, Berikut Pesan Bagi Pemandu dan Pendaki

Para pemandu gunung wajib tetap mematuhi protokol internal APGI jika suatu waktu pendakian diperbolehkan.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
Seorang pendaki di Puncak Gunung Sindoro.(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Saat new normal, pariwisata alam kini kembali dibuka untuk Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) yang berada di zona hijau dan kuning.

Kendati demikian, khusus untuk kegiatan wisata alam pendakian gunung yang biasa dilakukan berhari-hari belum diizinkan.

Hadapi New Normal, Pemandu Wisata Gunung Kini Wajib Tingkatkan Kompetensi

APGI Minta Kemenparekraf Prioritaskan Pelaku Pariwisata Gunung Dapat Kartu Prakerja

Sebagai contoh Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang hanya mengizinkan kegiatan trekking yang artinya pendakian tak sampai puncak gunung.

Hal tersebut termuat dalam rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (25/6/2020) yang menuliskan salah satu rincian protokol dari masing-masing TN, TWA, dan SM adalah memperbolehkan pendakian hanya satu hari atau one day trip.

Melihat pariwisata alam kembali dibuka meski tanpa pendakian, Sekretaris Jendral Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia ( APGI) Rahman Mukhlis mengatakan, para pemandu gunung wajib tetap mematuhi protokol internal APGI jika suatu waktu pendakian diperbolehkan.

"Ada 10 protokol internal kepemanduan wisata gunung versi APGI, bersifat internal untuk anggota atau pemandu wisata gunung," kata Rahman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Pertama, sebut dia, pemandu wisata gunung dapat melakukan kegiatan kepemanduan wisata gunung dalam kelompok kecil yang berjumlah 2-7 orang.

Kedua, ia mengatakan, pemandu gunung harus dalam kondisi tubuh sehat selama melakukan kepemanduan wisata gunung pada waktu sebelum, selama dan sesudah perjalanan. "Tiga, membawa masker dan gunakan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar para pemandu gunung berdisiplin dalam mencuci tangan atau membersihkan bagian tubuh saat melakukan kepemanduan wisata gunung.

Sementara itu, untuk para calon pendaki, ia berpesan agar semuanya dapat mengikuti kebijakan umum pemerintah pusat atau daerah setempat terkait protokol umum berkegiatan di kondisi normal baru.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved