Masyarakat Desak Pemkot Segera Buka Wisata di Solo, Ini Jawaban Dinas Pariwisata

Hasta menegaskan pemerintah kota Solo enggan terburu-buru mengikuti desakan masyarakat untuk membuka pariwisata.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kereta kuda wisata Keraton Solo melintasi Kori Kamandungan Lor, kompleks Keraton Solo, Minggu (17/6/2018) siang 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan membeberkan bahwa pariwisata Kota Surakarta hingga kini belum dibuka. Ia mengakui adanya desakan dari masyarakat yang ingin berwisata.

"Kalau kita turuti masyarakat, mulai dari wedding party, meeting, kunjungan ke obyek wisata, kuliner utamanya kalau di Kota Solo ya. Ini sudah tidak terbendung sebetulnya," kata Hasta dalam Live Streaming "Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Minggu (21/6/2020).

Unik! Perusahaan Bus di Solo Tawarkan Ngopi Berkeliling Kota Solo

Tempat Wisata di Karanganyar dibuka, Kawasan Cemara Kandang Dipadati Wisatawan

Namun, Hasta menegaskan pemerintah kota Solo enggan terburu-buru mengikuti desakan masyarakat untuk membuka pariwisata.

Pihaknya lebih memilih untuk tetap berhati-hati sebelum membuka pariwisata Kota Solo. Hingga kini, pihaknya tengah melakukan beragam persiapan pariwisata menyambut new normal, mulai dari mengecek restoran, tempat wisata terkait penerapan protokol Covid-19.

"Sehingga nanti kalau sudah di-cek, baru diperbolehkan dengan catatan maksimal 50 persen. Jadi penataannya ya harus di-cek juga," terangnya.

Ia mencontohkan, terkait penataan kapasitas 50 persen, baik di restoran maupun tempat wisata harus benar-benar melaporkan total kapasitas tempatnya.

"Jangan sampai nantinya, tempat itu bisa menampung 100 persen, lalu diperbolehkan 50 persen, tapi mungkin kapasitas aslinya hanya 50, bilangnya 100.

Kemudian nanti diisi 50, kan sama dengan 100 persen. Oleh sebab itu, kami tim bersama dengan Satpol PP, Polisi dan Dinkes mengecek itu semua," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kesiapan pariwisata kota Solo mulai dari peralatan kesehatan Covid-19 seperti thermogun.

Menurutnya, thermogun di tempat wisata maupun restoran harus benar-benar dicek apakah berfungsi dengan benar.

"Percuma saja misalnya ada orang punya Covid-19 tapi bisa masuk karena thermogun yang tak benar. Dia cuci tangan, dan sebagainya, ternyata dia bisa masuk dalam keadaan sakit," tambahnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sabar! Pariwisata Solo Belum Buka, Ini Alasannya...

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved