Pemerintah Indonesia Ingin Tarik Turis Berkantong Tebal, Berikut Alasannya

Salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam keputusan tersebut adalah naiknya tiket pesawat dari luar negeri ke Indonesia.

Oye Selam Indonesia
Wisata selam oleh operator Oye Selam Indonesia (Oye Selam Indonesia) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu, menuturkan, pemerintah ingin menarik wisatawan mancanegara (wisman) berkantong tebal.

Salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam keputusan tersebut adalah naiknya tiket pesawat dari luar negeri ke Indonesia.

“Pergerakan pesawat secara global ada penurunan 40-50 persen. Di dalam pesawat juga ada pembatasan ruang," kata Odo dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/6/2020).

Wisata Tiga Gili Lombok Akan Dibuka Kembali Dengan Memperketat Protokol Kesehatan Turis

New Normal, Begini Nasib Hotel untuk Tenaga Medis Saat Pandemi Corona

"Seperti di Indonesia sekarang ini kalau duduk, di tengah harus dikosongkan. Apa akibatnya? Itu nanti harga dari tiket tentu saja naik," lanjutnya.

Sebagai gambaran, Odo memberi contoh pelancong dari Amerika ke Indonesia harus membayar biaya lebih untuk penerbangan kelas ekonomi. Menurutnya, tidak semua orang bersedia membayar harga tiket pesawat kelas ekonomi tersebut.

Odo menuturkan, pemerintah ingin wisman kelas A dan B masuk ke Indonesia guna mendorong pariwisata berkualitas.

Pariwisata berkualitas adalah di mana seorang wisatawan melakukan pengeluaran yang tinggi ketika berkunjung ke suatu destinasi.

“Kalau lihat data yang dikeluarkan oleh salah satu penyedia jasa keuangan, dari 2008 sampai 2019-an, jumlah wisatawan ke Bali meningkat. Jumlah stay meningkat, tapi pengeluaran per hari mengalami penurunan kurang lebih delapan persen,” ungkap Odo.

Meski lama berlibur para wisman meningkat, pengeluaran mereka yang kian menurun tidaklah diinginkan.

“Kita ingin mereka bisa tinggal 3-4 hari, tapi pengeluarannya besar supaya ada devisa,” tutur Odo.

Menurutnya, pengeluaran wisman yang besar mampu menggerakkan roda ekonomi, serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Odo menjelaskan, selain memberi pendapatan bagi industri pariwisata, wisatawan berkualitas juga mampu menjaga lingkungan, berkontribusi untuk pembangunan berkelanjutan, serta menjaga nilai-nilai kebudayaan yang ada.

“Yang kita maksud dengan pariwisata berkualitas adalah jika kamu datang ke Indonesia, habiskan uangmu di sini. Jaga lingkungan, beli produk lokal, dan jangan buang sampah plastik sembarangan,” ujar Odo.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Kenapa Pemerintah Indonesia Ingin Tarik Turis Berkantong Tebal?

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved