Bersiap Sambut New Normal, Wisata Banyuwangi Dibuka dengan Simulasi Kesehatan di 10 Tempat Wisata

Pemkab Banyuwangi akan menerbitkan sertifikat "sesuai protokol kesehatan" bagi pengelola yang patuh, dan sertifikat tersebut sekaligus sebagai syarat

Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf
ILUSTRASI - Ijen, Banyuwangi (Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur kini terus mengadakan simulasi penerapan normal baru di sejumlah objek wisata.

Termasuk uji coba pembukaan 10 obyek wisata dengan memberlakukan standar protokol kesehatan COVID-19.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan ke-10 obyek wisata itu adalah Kawah Ijen, Bangsring Underwater, Grand Watu Dodol (GWD), Agrowisata Tamansuruh (AWT), Taman Gandrung Terakota, Pantai Cacalan, Pantai Pulau Merah, Hutan De Djawatan, Pantai Mustika, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Perketat Protokol Kesehatan, Wisata di Wilayah Karangangar Resmi Dibuka Hari Ini

Usai Pandemi, Paket In City Activation Jadi Upaya Pemerintah Dorong Pariwisata Domestik

"Simulasi kami lakukan untuk mengecek kesiapan destinasi wisata dalam menyambut normal baru ke depan. Apa-apa yang kurang, apa yang belum dilengkapi, semua diujicobakan. Ini agar saatnya dibuka nanti, wisata yang aman, sehat, bersih menjadi standar kita semua," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Selasa (16/6/2020).

Menurut dia, simulasi penerapan normal baru di sejumlah destinasi wisata ini dilakukan secara bertahap terhadap sejumlah pelaku wisata, guna memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik oleh pelaku usaha.

Menurut dia, Pemkab Banyuwangi akan menerbitkan sertifikat "sesuai protokol kesehatan" bagi pengelola yang patuh, dan sertifikat tersebut sekaligus sebagai syarat usaha bisa beroperasi. "Kami ingin memberi jaminan bagi semua konsumen dan wisatawan.

Salah satunya dipastikan penerapan protokol kesehatan itu, yang nanti terverifikasi dan disupervisi, sehingga bisa terbit semacam sertifikat standar kepatuhan protokol," katanya. Meskipun demikian, kata Anas, jika di tengah jalan ada yang tidak patuh, maka sertifikat bisa dicabut dan usaha ditutup.

"Makanya sekarang terus dilakukan simulasi agar para pengelola usaha bisa mematuhi protokol kesehatan Covid-19," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda menjelaskan bahwa tercatat ada 10 destinasi wisata dan 11 hotel percontohan dalam penerapan normal baru di Banyuwangi. Simulasi dilaksanakan pada 15 hingga 21 Juni 2020.

Sejumlah protokol di obyek wisata, kata Bramuda, antara lain pembatasan jumlah pengunjung, menjaga jarak pengunjung, penyemprotan disinfektan rutin dan memberlakukan wajib menggunakan masker di tempat wisata.

Selain itu, wisatawan juga dicek suhu tubuhnya dan pengunjung di atas 50 tahun dibatasi. Semua petugas juga wajib pakai pelindung wajah dan masker.

"Kami sudah membentuk tim verifikasi yang akan mengecek kesiapan destinasi dan hotel. Apabila standar protokol COVID-19 sudah dijalankan, sesuai daftar di lembar verifikasi, maka akan dipasang stiker layak dibuka," tuturnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Siap-siap Buka, Banyuwangi Simulasi New Normal di 10 Tempat Wisata

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved