Tren Wisata Alam Diprediksi Akan Lebih Diminati Turis

Terkait seperti apakah tren wisata alam saat new normal, ia menuturkan bahwa hal tersebut masih belum bisa diketahui akan seperti apa.

SHUTTERSTOCK/GUITAR PHOTOGRAPHER
Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. (SHUTTERSTOCK/GUITAR PHOTOGRAPHER) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Usai menurunnya kasus virus corona atau new normal, wisata alam diprediksi akan semakin digandrungi banyak orang.

“Kita siap dengan prediksi yang mungkin orang akan lebih banyak (wisata) ke open space (ruang terbuka). Melihat hal itu, kita optimis untuk orang-orang datang ke destinasi wisata alam,” kata Pemandu Tur sekaligus Founder Orangutan Journey, Mickey Juanda dalam sesi webinar bertajuk Support Indonesia Tourism, Discover Borneo & The World’s Capital of Orangutans, Minggu (7/6/2020).

Hadapi New Normal, Kebun Binatang Ragunan Akan Kembali Dibuka Mulai 20 Juni 2020

Wisata Kepulauan Seribu Kini Kembali Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi

Terkait seperti apakah tren wisata alam saat new normal, ia menuturkan bahwa hal tersebut masih belum bisa diketahui akan seperti apa.

“Belum ada yang tahu. Kalau wisata sendiri atau berkelompok itu tergantung pilihan, tidak akan ada perubahan. Paling perubahan pengaturan saja (ada protokol kesehatan),” kata Satu hal yang menjadi kemungkinan adalah wisatawan akan lebih menjaga alam karena mementingkan hidup yang sehat dan bersih.

Terlebih dengan menjaga alam, hal tersebut tidak hanya membuat nyaman wisatawan namun juga fauna yang terdapat dalam alam tersebut.

“Tapi kita juga hindari penumpukan. Kita menunggu keputusan, baru kita adjust. Masih wait and see, kita stay in touch saja semua. Kita benar-benar akan atur jarak dan segala macam,” lanjutnya.

Lebih diminati wisatawan mancanegara Salah satu wisata alam di Indonesia adalah kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting. Tempat konservasi orangutan tersebut terletak di di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Mickey mengatakan bahwa taman nasional tersebut lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara (wisman).

Kendati demikian, dia tidak menampik bahwa kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) bisa meningkat saat perjalanan wisata sudah mulai diperbolehkan.

“Wisnus terus meningkat. Kita bisa prioritaskan destinasi-destinasi wisata dalam negeri. Jadikan Indonesia sebagai contoh terdepan dalam mematuhi protokol,” ujar Mickey.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved