Usai Menurunnya Kasus Corona, Staycation Diprediksi Jadi Tren Wisata di Negara-negara Arab

Hal tersebut diprediksi akan terjadi karena pelonggaran pembatasan lockdown sudah terlihat.

PIXABAY
Ilustrasi Uni Emirat Arab - Burj Khalifa di Dubai. (PIXABAY) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pariwisata lokal diprediksi akan kembali bangkit usai pemulihan di Uni Emirat Arab (UEA) dan Gulf Cooperation Council (GCC) dari virus corona (Covid-19).

Berdasarkan temuan dari Arabian Travel Market (ATM), mengutip Hub.wtm.com, hal tersebut diprediksi akan terjadi karena pelonggaran pembatasan lockdown sudah terlihat.

Usai Pandemi Corona Mereda, Liburan ke Maladewa Akan Semakin Mahal

Hadapi Krisis Virus Corona, ASEAN Optimalkan Informasi Penanganan Covid-19 Melalui Website

Hasil temuan ATM yang bekerjasama dengan Colliers International menunjukkan, persentase pemesanan ke Abu Dhabi dalam radius 48 km meningkat. 

Sebelumnya, persentase pemeasanan hanya 20 persen saja pada Januari 2020. Namun persentase mengalami peningkatan menjadi 43 persen pada Maret. Sementara di Dubai, persentase pemesanan meningkat dari 19 persen menjadi 36 persen. Berdasarkan penelitian oleh Sojern, staycation diperkirakan akan menjadi pilihan jenis wisata paling populer.

Terlebih, pada perjalanan liburan jangka pendek hingga menengah. Data menunjukkan, pemesanan hotel ke Abu Dhabi dalam radius 48 km menyumbang 78 persen dari seluruh pemesanan pada April. Sementara itu, perjalanan domestik dari Dubai menyumbang 91 persen dari pencarian dan pemesanan dalam radius yang sama. 

“Krisis kesehatan global Covid-19 telah memberi dampak dalam perjalanan dunia, pariwisata, acara, dan kegiatan rekreasi. Banyak orang terpaksa harus membatalkan atau menangguhkan rencana berlibur mereka pada paruh pertama 2020,” kata Direktur Pameran ATM, Danielle Curtis, mengutip Hub.wtm.com.

“Wisatawan masih ingin berlibur, namun kesehatan menjadi prioritas utama. Alhasil, tren staycation diperkirakan akan berkembang dalam beberapa bulan mendatang.

Masyarakat ingin keluar dari rumah selama beberapa hari ke lokasi yang familiar bagi mereka sementara penerbangan dihentikan, dan pembatasan perjalanan internasional masih diberlakukan,” lanjutnya.

Ada gen Z dalam segmentasi pasar pariwisata

Menurut Colliers, keluarga dan solo traveler diprediksi akan menjadi salah satu dari segmen pasar utama untuk mulai bepergian dan melakukan pemesanan. Sementara itu, millennial dan gen Z digadang-gadang sebagai yang paling bersemangat untuk bepergian.

Sebab, mereka mencari perubahan pemandangan usai melewati periode lockdown yang panjang di seluruh dunia. Dalam mempersiapkan pemulihan perjalanan dan pariwisata--baik dalam skala lokal, regional, maupun internasional – merupakan hal yang penting bagi perusahaan perhotelan untuk memberi calon pengujung ketenangan pikiran.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengimplementasikan, serta memperlihatkan kebersihan mereka secara virtual. Pihak perhotelan juga bisa memperlihatkan prosedur pembersihan secara menyeluruh yang dilakukan di seluruh properti miliknya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Staycation Diprediksi Jadi Tren di Negara-negara Arab

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved