Meskipun Tuai Kekhawatiran, Restoran di Italia Tetap Akan Kembali Dibuka Usai Pandemi

Salah satu kekhawatiran pemilik restoran adalah bila tempat mereka sepi pengunjung. Seperti kafe Bar Paradise yang berada dekat dengan stadion bola

SHUTTERSTOCK/MIKE DOTTA
Ilustrasi restoran di Turin, Italia buka kembali setelah tutup selama lebih kurang 2 bulan. (SHUTTERSTOCK/MIKE DOTTA) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Setelah tutup selama 2 bulan, Restoran, kafe, dan bar di Italia telah buka kembali sejak 18 Mei 2020. Mengutip The Guardian, warga Italia pun akhirnya bisa makan dan ngopi lagi di luar. Namun di balik keputusan pemerintah mengizinkan beragam usaha untuk buka kembali, terdapat keresahan dari pemilik restoran.

Salah satu kekhawatiran pemilik restoran adalah bila tempat mereka sepi pengunjung. Seperti kafe Bar Paradise yang berada dekat dengan stadion bola Milan. Menurut Zecchillo, pemilik Bar Paradise, ketika pertama dibuka kembali jumlah pelanggannya hanya 1/4 dari sebelum adanya corona.

Selama Masa Pandemi, Gibran Rakabuming Ubah Restoran Jadi Cloud Kitchen

Usai Lockdown, Disney World Florida Dibuka dengan Menerapkan Protokol New Normal

Mengingat jumlah kasus positif corona di Lombardy sendiri sebanyak 300 orang pada 17 Mei 2020 saja. Lombardy merupakan kawasan tempat Milan berada.

"Sebuah bar tidak seperti bus yang bisa diberi tanda 'x' pada kursinya," ujar Zecchillo seperti dikutip dari Independent.co.uk. Bahkan kala itu, ada pelanggan yang bertengkar di kafe milik Zecchillo. Pasalnya salah seorang customer menarik kursinya terlalu dekat ke kursi pelanggan lain. "Orang-orang datang ke kafe untuk bersantai. Namun mereka tak dapat bersantai dalam keadaan seperti ini," lanjut Zecchillo. Ketika buka kembali, terlihat penataan berbeda pada restoran Zia Rilla dibandingkan sebelum adanya corona.

Dilansir dari The Washington Post, kapasitas meja dikurangi setengah menjadi 12 kursi. Meja kursi diletakkan berjauhan satu sama lain dan masing-masing ditandai dengan isolasi berwarna biru. Selain itu, Zia Rilla juga menyediakan buku untuk mencatat nama dan nomor telepon pelanggan. Diperlukan untuk melacak pelanggan jika diperlukan.

Walaupun merasa resah, Sutrini tetap akan tetap membuka restorannya selama beberapa minggu sebagai percobaan. Ia akan melihat apakah restorannya mampu bertahan dan bilamana keadaan Italia kembali seperti sebelum adanya corona. Sebelum adanya corona, Italia kurang familier dengan layanan pesan antar makanan, takeout, maupun pemesanan online di tempat makan.

Pasalnya bagi orang Italia, pengalaman makan bersama di restoran dianggap lebih penting daripada makanan itu sendiri. Sehingga pelanggan di restoran, kafe, maupun bar seperti Zia Rilla kerap kali tinggal sampai larut malam. Sementara itu, masih cukup banyak restoran maupun toko yang belum buka walaupun telah diizinkan pemerintah. Para pemilik restoran menganggap mereka belum dapat menyesuaikan operasional restoran dengan adanya aturan jaga jarak aman.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Restoran di Italia Buka Kembali tapi Pemiliknya Malah Resah, Kenapa?

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved