Selama Masa Pandemi, Gibran Rakabuming Ubah Restoran Jadi Cloud Kitchen

Gibran Rakabuming, pelaku bisnis makanan dan minuman bercerita bagaimana ia dapat mempertahankan bisnis makanannya dengan cara menerapkan konsep

Kompas.com / Yana Gabriella Wijaya
Makanan di Mangkok Ku.(Kompas.com / Yana Gabriella Wijaya) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pandemi virus corona membuat ekonomi bisnis tersendat. Hal ini juga berdampak pada industri makanan dan minuman. Kendati demikian di tengah situasi seperti ini masih banyak peluang yang dapat dilakukan pelaku bisnis makanan dan minuman, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Gibran Rakabuming, pelaku bisnis makanan dan minuman bercerita bagaimana ia dapat mempertahankan bisnis makanannya dengan cara menerapkan konsep cloud kitchen. "Di tengah musibah ini, kita juga bisa lho. Misalnya brand Mangkok Ku kita masih bisa lho berekspansi buka dua cabang.

Prediksi Perubahan Bisnis Kuliner Saat Era New Normal

Jika Angka Covid-19 Naik Saat New Normal, Pariwisata akan Kembali Dihentikan

Tapi konsepnya cloud kitchen," kata Gibran dalam telekonferensi bersama Krista Exhibitions bertajuk "Recovery of the Food & Beverage Industry After Covid-19", Rabu (20/5/2020) malam.

Cloud Kitchen sendiri merupakan restoran dengan konsep yang hanya menawarkan layanan pesan antar tanpa menyediakan fasilitas makan di tempat. Gibran menuturkan konsep-konsep baru seperti ini dapat terus dikembangkan bagi para pelaku bisnis makanan dan minuman. Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa musibah bukan lah suatu penghalang melainkan menjadi semangat untuk selalu berinovasi.

"Kalau brand saya kebanyakan tetap butuh dine in, karena makan itu kan kita datang ke kafe atau restoran itu kan sebuah experience. Jadi kalau cloud kitchen ini sifatnya saya kira hanya sementara untuk survive di masa ini," ujarnya.

Ia juga memberi catatan bahwa cloud kitchen biasanya mudah dilirik jika restoran tersebut sudah dikenal masyarakat luas. Selain itu, pelanggan cloud kitchen dikatakan Gibran merupakan orang-orang yang membutuhkan pelayanan makanan secara cepat. "Mereka ini orang-orang yang quick lunch, enggak ribet, enggak bikin meja kerja kotor, inginnya cepat-cepat. Ya karena itu, cloud kitchen ini kita gunakan untuk masa survive saja," terangnya.

Selain itu, Gibran juga menyarankan alternatif lain untuk UMKM dapat bertahan di tengah pandemi dengan cara beralih ke digital dan mengutamakan kebersihan. "Contohnya, kan biasanya banyak di pinggir jalan itu jualan ayam geprek ya. Itu karena masa-masa Covid-19 ini sebaiknya minyak diganti sesering mungkin. Nah, hal-hal seperti ini yang kadang pelaku UMKM itu enggak engeh," jelasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Gibran Rakabuming Ubah Restoran Jadi Cloud Kitchen di Masa Pandemi, Seperti Apa?

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved