Dorong Industri Wisata Berjaya Kembali Usai Corona, Pemerintah Jepang Subsidi Wisata Domestik

Seperti diketahui, sejak awal pandemi dan rekomendasi jarak sosial, industri pariwisata dan perhotelan di Jepang mengalami kesulitan

Soranews24
Tempat wisata Arashiyama di Jepang saat Corona 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Usai pandemi virus corona, pemerintah Jepang kembali mendorong wisatawan untuk kembali bepergian dengan memberikan kupon subsidi bagi perjalanan wisata domestik.

Seperti diketahui, sejak awal pandemi dan rekomendasi jarak sosial, industri pariwisata dan perhotelan di Jepang mengalami kesulitan. Masyarakat umumnya menghindari bepergian ke tempat-tempat wisata populer seperti Kyoto.

Unik! Kafe Kebun Binatang di Jepang Gunakan Boneka Kapibara Sebagai Penanda Jaga Jarak

Bagaimana Peraturan New Normal di Hotel Usai Pandemi?

Dilansir dari Soranews, selama pandemi, Jepang bahkan menutup tempat-tempat wisata utama, event populer dibatalkan hingga tempat makan atau toko cinderamata lokal yang ditutup.

Hingga akhirnya Perdana Menteri Jepang, Shinz┼Ź Abe mencabut keadaan darurat ke seluruh negara pada 25 Mei 2020 sehingga akan ada peluang bagi industri untuk memulihkan. Setelah semuanya kembali berjalan, pemerintah juga berencana untuk mengimplementasikan Go To Campaign untuk membantu meningkatkan industri pariwisata dengan mensubsidi biaya perjalanan domestik.

Pada 25 Mei, Kampanye Go To akan dilaksanakan pada akhir Juli 2020. Kebijakan 1,7 triliun yen ($ 15,8 miliar) ini dimaksudkan untuk mendorong perjalanan dengan memberikan hibah untuk menutupi setengah dari biaya menginap di hotel (hingga 20.000 yen per malam), kupon untuk toko-toko suvenir, tiket makan di restoran dengan tambahan “premium” , diskon untuk tiket acara, dan banyak lagi.

Akhir Juli 2020 merupakan waktu yang tepat untuk liburan musim panas. Dengan banyak orang yang kehilangan pekerjaan atau sebagian besar pendapatan mereka diharapkan langkah-langkah ini akan membantu keluarga memiliki kemampuan untuk bepergian sambil juga membantu memulihkan ekonomi lokal dan usaha kecil.

Namun yang terpenting, Pemerintah Jepang berharap virus corona terus menurun di negara hingga pada akhir Juli 2020 akan aman bagi semua orang untuk bepergian.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved