Usai Pandemi Reda, Jepang Akan Biayai Setengah Ongkos Perjalanan Warganya

Tercatat pada tahun 1964, pengunjung asing bulanan ada sekitar 17.543 orang. Laporan tersebut merupakan yang paling terendah selama ini

www.realgap.co.uk
ilustrasi negara Jepang 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pandemi virus corona (Covid-19) yang masih belum usai tentunya berdampak besar bagi industri pariwisata di setiap negara tak terkecuali negara Jepang.

Negara tersebut dilaporkan mengalami penurunan kunjungan wisatawan hampir 100 persen tepatnya 99,9 persen pada periode April 2020 karena pandemi. Melansir Japan Times, pelancong yang ke Jepang turun menjadi 2.900 orang.

Hal ini menjadi yang pertama kalinya sejak 1964, pariwisata Jepang berada di bawah angka 10.000, tulis rilis dari Badan Pariwisata Jepang (Japan Tourism Agency). Tercatat pada tahun 1964, pengunjung asing bulanan ada sekitar 17.543 orang. Laporan tersebut merupakan yang paling terendah selama ini.

Usai Lockdown, Disney World Florida Dibuka dengan Menerapkan Protokol New Normal

Pandemi Belum Usai, Korea Perpanjang Peringatan Perjalanan Khusus hingga Juni 2020

Kini, Jepang tengah berupaya agar hal serupa tak terjadi lagi. Caranya, yaitu dengan berupaya meningkatkan pariwisata domestik. Pemerintah setempat mensubsidi sebagian dari biaya perjalanan warganya saat wabah pandemi bisa dikendalikan. Dalam program tersebut, pemerintah akan memberi subsidi sebesar 1,35 triliun Yen atau sekitar 12,5 miliar dollar AS, yang dimulai bulan Juli nanti jika infeksi virus mereda.

Hal tersebut dikatakan Hiroshi Tabata, Kepala JTA pada Rabu (20/5/2020). Agensi juga melaporkan, pembatasan perjalanan yang diberlakukan secara global, membuat anjlok jumlah warga negara Jepang yang keluar negeri. Tercatat pada April anjlokan 99,8 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3.900, menurut data agensi.

Pemerintah Jepang diketahui telah memperluas pembatasan perjalanannya pada awal April, sehingga jumlah negara yang melarang Warga Negara Asing (WNA) masuk bertambah menjadi 70 negara di antaranya China, Korea Selatan, Amerika Serikat dan sebagian Eropa.

Melansir Japan Times, jumlah pengunjung dari China juga turun menjadi 200 pada April dari 726.132 orang di tahun sebelumnya. Sedangkan wisatawan Korea Selatan turun menjadi 300 dari 566.624 orang. Untuk kunjungan wisatawan Taiwan dan Amerika Serikat juga dilaporkan menurun menjadi 300.

Tahun sebelumnya, wisatawan Taiwan di Jepang berjumlah 403.467 dan Amerika Serikat sebanyak 170.247 orang pada April. Bulan lalu, tercatat kurang dari 10 orang asal Italia dan Spanyol yang datang ke Jepang.

Wabah virus corona membuat semua tampak berbeda, termasuk untuk menilai pertumbuhan sebuah negara dilihat dari pariwisata inbound. Biasanya, dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata inbound telah menjadi salah satu dari sedikit sektor untuk melihat pertumbuhan tersebut. Namun pandemi telah menghantam seluruh sektor pariwisata dunia, termasuk di negara Jepang. Akibatnya, negeri Sakura ini menunda Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade yang sedianya terjadwal pada Juli nanti.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Jepang Biayai Setengah Ongkos Perjalanan Warganya saat Corona Mereda

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved