Bagaimana Peraturan New Normal di Hotel Usai Pandemi?

Salah satu yang akan dihilangkan adalah sarapan prasmanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tamu dan staf merasa aman dan terlindungi.

dok.Shangri-Las Rasa Sentosa Resort & Spa
Shangri-Las Rasa Sentosa Resort & Spa.(dok.Shangri-Las Rasa Sentosa Resort & Spa) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Meskipun pandemi Covid-19 belum usai, namun dunia kini perlahan mulai membuka diri dengan beragam peraturan baru di era new normal. Pandemi Covid-19 membuat tatanan hidup berubah. Hal tersebut juga terjadi pada sektor industri perhotelan. Melansir Lonely Planet, hotel di Amerika Serikat akan memiliki aturan yang berbeda mengenai cara tamu menginap di hotel.

Salah satu yang akan dihilangkan adalah sarapan prasmanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tamu dan staf merasa aman dan terlindungi. Berikut Kompas.com rangkum dari Lonely Planet, 9 adaptasi hotel setelah pandemi virus corona.

Di Tengah Pandemi, Kementerian Pariwisata Iran Terbitkan Protokol New Normal Pariwisata

Yogyakarta Siap Sambut Wisatawan Usai Corona dengan Situasi New Normal

Beberapa perubahan ini juga sudah mulai dilakukan di berbagai hotel di dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini bisa menjadi gambaran seperti apakah menginap di hotel setelah masa karantina berakhir.

1. Kebersihan

Wisatawan akan menilai kebersihan hotel dengan sangat tinggi. Oleh karena itu, hotel perlu menunjukkan bahwa hotel tersebut telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan yang ditingkatkan dibanding masa sebelum pandemi. Pihak hotel perlu membersihkan dengan rutin dan seksama sesuai protokol kesehatan Covid-19 mulai dari area kamar tamu, ruang pertemuan, dan ruang umum atau publik, serta area belakang hotel.

Wakil Presiden Senior Akomodasi di Booking.com, Pepijn Rijvers mengatakan para pelancong atau tamu mendambakan peningkatan informasi yang lebih transparan terkait cara pembersihan, kebersihan, dan sanitasi di sebuah properti. "Ini akan menjadi kunci bagi penyedia akomodasi untuk secara terbuka menampilkan informasi untuk membantu menetapkan ekspektasi yang akurat dan memberikan jaminan tambahan bagi para pelancong ketika mereka mencari, memesan, dan mulai merasakan dunia sekali lagi," katanya seperti dikutip dari Lonely Planet.

Protokol lainnya adalah pembersihan dalam kamar dan kamar mandi setelah tamu check-out. Misalnya seperti dilakukan jaringan hotel Hilton dengan program CleanStay. Salah satunya adalah program segel kamar. Dengan program ini, tamu dapat melihat bahwa kamar mereka belum diakses sejak dibersihkan secara menyeluruh. Program ini akan menambah tingkat kepercayaan tamu atau jaminan tambahan kepada tamu. Selain itu, akan ada disinfektan ekstra pada area kamar tamu yang paling sering disentuh, termasuk saklar lampu, gagang pintu, hingga remote TV.

2. Bersantap

Sarapan prasmanan di hotel kemungkinan akan menjadi masa lalu. Hal ini karena imbauan jaga jarak sosial yang menuntut seseorang menjaga jarak dengan sesamanya, termasuk pada saat mengambil makanan atau sarapan di hotel.

Sebagai contoh, jaringan hotel Drury Hotels telah menawarkan konsep take away ketika penyajian sarapan. Mangkuk kacang di bar adalah hal kecil yang biasanya ditawarkan di hotel. Namun, ini harus dihilangkan untuk menghindari orang-orang memegang piring dan mangkuk yang sama. Drury yang biasanya menawarkan popcorn setiap sore di lobi hotel, pun akhirnya menghilangkan program ini. Selain itu, fasilitas minibar di kamar juga akan dihilangkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved