Tak Disangka, Ketupat di Indonesia Ternyata Sudah Ada Sejak Abad ke-15

Menurut cerita rakyat ketupat berasal dari masa hidup Sunan Kalijaga, tepatnya di masa syiar Islamnya pada abad ke-15 hingga ke-16.

SHUTTERSTOCK/YSK1
Ilustrasi ketupat di dalam besek. Ketupat merupakan sajian khas Lebaran di Indonesia. (SHUTTERSTOCK/YSK1) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Ketupat yang disantap bersama opor atau lauk lainnya seringkali jadi hidangan khas saat Hari Raya Lebaran tiba. Rupanya ketupat sudah ada semenjak zaman dahulu.

Bagaimana sejarah ketupat? Sejak kapan masyarakat Indonesia mengonsumsi ketupat? Fadly Rahman, Sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung mengatakan bahwa menurut cerita rakyat ketupat berasal dari masa hidup Sunan Kalijaga, tepatnya di masa syiar Islamnya pada abad ke-15 hingga ke-16.

Resep Jalangkote, Camilan Khas Sulawesi yang Cocok Untuk Hidangan Takjil

Resep Es Lidah Buaya Lemon, Cocok Untuk Menu Takjil Saat Berbuka Puasa

"Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya sekaligus filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai ke-Islaman," kata Fadly Rahman yang juga penulis buku "Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia" saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/6/2017). Ia juga menceritakan bahwa dalam Islam, hidangan yang menjadi ikon saat lebaran ini dicocokkan dengan nilai ke-Islaman oleh Sunan Kalijaga.

Ketupat disebut sebagai kupat oleh masyarakat Jawa dan Sunda. Kupat memiliki arti 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan. Selain itu menurut Fadly, simbolisasi lain dari ketupat adalah laku papat (empat laku) yang juga melambangkan empat sisi dari ketupat. Sunan Kalijaga membaurkan pengaruh Hindu pada nilai ke-Islaman, sehingga menjadi akulturasi yang padu antara keduanya. Fadly tidak memungkiri jika ketupat bisa jadi berasal dari zaman Hindu-Buddha di Nusantara.

"Secara tertulis dalam prasasti yang diteliti oleh para ahli, tak disebut secara spesifikasi merujuk ke ketupat, tetapi indikasi makanan beras yang dibungkus nyiur sudah dilakukan sebelum masa pra Islam," kata Fadly.

Pada zaman pra Islam, bahan makanan nyiur dan beras dijadikan sebagai sumber daya alam yang dimanfaatkan sebagai makanan oleh masyarakat zaman itu. Selain itu masyarakat di Bali hingga saat ini menggunakan tipat atau ketupat dalam ritual ibadah. Namun ketupat tidak hanya ditemukan di Indonesia. Ketupat bisa ditemukan juga di kawasan Asia Tenggara khususnya negara yang penduduknya ada dari Suku Melayu. Di negara tersebut, mereka juga menjadikan ketupat sebagai salah satu sajian Hari Raya Idul Fitri.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sejarah Ketupat, Sajian Lebaran di Indonesia yang Sudah Ada Sejak Abad ke-15

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved