Usai Lockdown Dilonggarkan, Mal di Thailand Kini Kembali Dibuka

Di sisi lain, pengelola pusat perbelanjaan mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengontrolan keramaian untuk mengurangi risiko infeksi virus

MLADEN ANTONOV/AFP)
Pengunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat. (MLADEN ANTONOV/AFP) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pandemi virus corona membuat department store, mal dan pusat perbelanjaan kecil tutup selama hampir dua bulan.

Kendati demikian, mengutip Bangkok Post, Senin (18/5/2020), kini lebih banyak bisnis dan kegiatan leisure diizinkan untuk dilanjutkan pada Minggu (17/5/2020).

Aktivitas Kembali Normal di Bangkok, Street Food Dibatasi Plastik dan Jaga Jarak

Pandemi Corona Belum Berakhir, Kapan Kita Bisa Traveling Lagi?

Alhasil, masyarakat pun berbondong-bondong datang ke pusat perbelanjaan di Thailand. Di sisi lain, pengelola pusat perbelanjaan mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengontrolan keramaian untuk mengurangi risiko infeksi virus corona gelombang kedua.

Kebijakan Ketat

Antrean panjang terlihat di beberapa mal di Bangkok dan wilayah lain sebelum jam buka. Para pelanggan diwajibkan untuk mengenakan masker. Mereka juga diminta untuk melakukan pendaftaran sebelum memasuki area perbelajaan dan diingatkan untuk melakukan jaga jarak satu sama lain.

Namun, kerumunan warga yang berkumpul di IKEA di Bang Na membuat outlet tersebut ditutup untuk sementara. Pada 14:35 waktu setempat, IKEA mengumumkan melalui laman Facebook-nya, mereka harus tutup sementara karena lalu lintas pelanggan yang tinggi. Mereka meminta maaf karena ketidaknyamananan tersebut.

Namun, mereka bersikeras sudah menjaga jumlah pelanggan di bawah kapasitas operasi maksimum di bawah aturan jaga jarak. Foto-foto tentang banyaknya jumlah pelanggan di IKEA membuat netizen merasa lebih wasapada, serta mengajak satu sama lain agar tidak bepergian ke luar kecuali diperlukan.

Pantau Lewat Aplikasi

Sebelum pergi ke mal atau pusat perbelanjaan, masyarakat di Thailand bisa menggunakan aplikasi bernama Thai Chana. Aplikasi tersebut dikembangkan untuk meningkatkan keamanan para pelanggan dan pebisnis. Pelanggan bisa melihat apakah pertokoan padat atau tidak. Pemantauan ini bisa memberikan pertimbangan kepada pelanggan, apakah tetap di toko tersebut atau pindah ke tempat lain.

Assistant Director for Marketing Future Park Rangsit, Chonratha Mora, mengatakan, pelanggan diminta untuk memindai kode QR mal, sehingga bisa memantau kapasitas operasi. Mora menuturkan, mal bisa menampung sekitar 28.000 pelanggan setiap dua jam berdasarkan ruangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved