Bangunan Bersejarah di Masjid Al Wustho Mangkunegaran Ini Pernah Dipakai untuk Upacara Khitan

Bangunan ini berdiameter dua meter dan berbentuk sebuah ruangan kecil yang terletak di samping Pawastren

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/EKA FITRIANI
Bangunan Maligin di Masjid Al Wustho Solo, Minggu (28/5/2017) 

Laporan wartawan Tribunsolotravel.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Salah satu bangunan lama di Masjid Al Wustho Mangkunegaran yaitu Maligin, dahulu merupakan tempat upacara sunat keluarga Pura Mangkunegaran.

Nama Maligin berasal dari kata Maligi yang berarti 'khusus'.

Napak Tilas Jejak Pangeran Diponegoro di Masjid Darussalam, Sukoharjo

Mengenal Masjid Al-Wustho Mangkunegaran, Salah Satu Masjid Tua di Kota Solo

Bangunan ini berdiameter dua meter dan berbentuk sebuah ruangan kecil yang terletak di samping Pawastren.

Tempat ini dibangun oleh Adipati Mangkunagara V yang berkuasa pada tahun1881-1896.

Sejak pemerintahan Mangkunagara VII (1885-1944), Maligin digunakan oleh Muhammadiyah sebagai tempat khitanan untuk masyarakat umum.

Terpisah dengan Pawastren, ada bangunan kecil bundar.

Di tempat tersebut, anak yang akan dikhitan disyahadati terlebih dahulu di serambi masjid.

Hingga sekarang, tempat ini tetap terjaga dengan baik.

Hal itu terlihat dari kondisinya yang masih kokoh dan lapisan cat yang masih bagus.

Meski bangunan Maligin ini sudah tidak terpakai lagi namun masih dirawat dengan baik oleh takmir masjid.

Masjid Al Wustho sendiri tercatata sebagai salah satu dari tiga masjid tua dan bersejarah yang ada di Solo.

Adapun, kedua masjid lainnya yaitu Masjid Darusallam dan Masjid Agung Surakarta.

Lokasi Masjid Al-Wustho Mangkunegaran Solo tepatnya terletak di Jl RA Kartini 3 RT 003/09, Ketelan, Banjarsari.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved