Ulah Wisatawan Asing yang Begpackers di Indonesia dari 2019-2020, Mengemis dan Mengamen

Sepanjang 2019-2020, Kompas.com mencatat dua kejadian pengemis bule yang tertangkap pihak Imigrasi Indonesia

Editor: Ekayana
Twitter/ImSoloTraveller
Wisatawan asing yang begpackers di sebuah kota dengan menjual foto dan pernak-pernik.(Twitter/ImSoloTraveller) 

Kasus lain turis asing yang mengemis di Indonesia terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Keluarga Rusia yang terdiri dari Mikhail (29) dan Ekaterina (28), serta bayi mereka bernama Serafima (2) tampak mengamen dengan menggunakan alat musik accordion. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram Syahrifullah mengatakan keluarga asal Rusia ini telah diamankan di kantor Imigrasi, setelah mereka viral di Facebook.

Adapun keluarga ini sebelumnya viral dari video yang diunggah akun Facebook @Bakeqpekan Bakeq, pada Minggu (26/4/2020). "Kasiyan sekali gk bisa pulag karena korona," tulis akun @Bakeqpekan Bakeq. Beberapa netizen Facebook pun mengomentari video viral itu dan menduga pekerjaan mereka adalah pengamen. "Bule ini mah. Lebih baik hidupnya dari pada saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Biar tau aja. Bule ini keliling dunia. Dan di setiap daerah yang dia tuju.

Pasti dia ngamen. Enakan hidupnya?" tulis akun @Agung Raka Purnama. Sementara itu, Mikhail yang ditemui Kompas.com saat berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram mengatakan dirinya beserta istri dan anaknya terpaksa tidak bisa meninggalkan Indonesia. Ia beralasan semua pintu masuk menuju Rusia ditutup karena virus corona.

"Sebelumnya kami berada di Malaysia, kemudian kami terbang ke Indonesia. Rencananya, kami hanya dua hari berada di Indonesia dan akan kembali ke Malaysia," kata Mikhail kepada Kompas.com, Kamis (30/4/2020). "Namun karena Malaysia lockdown, kami memutuskan ke Bali (lewat NTB)," lanjutnya.

Lanjutnya, dalam situasi seperti ini, sulit untuk pulang ke negaranya, sedangkan biaya hidup pun menipis. Alhasil Mikhail dan istri memutuskan untuk mengamen, menerima pemberian orang yang menikmati musiknya untuk membeli makan dan minum. "Saya main musik di Bali, tapi polisi melarang kami, padahal itu untuk membeli makanan dan biaya hidup.

Kami punya uang hanya untuk satu bulan kami tinggal di Bali. Kemudian kami ke Lombok mencari peluang ngamen, tapi di sini juga sama pintu ditutup," lanjutnya. Namun, ternyata pernyataan Mikhail tersebut tak ditelan mentah-mentah oleh netizen Indonesia. Mereka menemukan sebuah video yang memperlihatkan keluarga tersebut mengamen di Kuala Lumpur, Malaysia, Februari 2019 lalu.

Tak hanya itu, Mikhail juga ditangkap Kepolisian Malaysia usai mengamen. Hal ini karena dirinya dianggap melakukan tindakan kekerasan terhadap anaknya saat mengamen dengan mengayunkan tubuh bayi yang kala itu berusia empat bulan. Kepolisian Malaysia pun menangkap mereka atas laporan masyarakat yang melihat video viral itu. "Kami menahan mereka pada hari Senin karena menginterogasi dugaan pelecehan," kata kepala polisi Kuala Lumpur Mazlan Lazim kepada AFP, seperti dikutip BBC.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Mengemis dan Mengamen, Ulah Wisatawan Asing yang Begpackers di Indonesia dari 2019-2020

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved