Ulah Wisatawan Asing yang Begpackers di Indonesia dari 2019-2020, Mengemis dan Mengamen

Sepanjang 2019-2020, Kompas.com mencatat dua kejadian pengemis bule yang tertangkap pihak Imigrasi Indonesia

Twitter/ImSoloTraveller
Wisatawan asing yang begpackers di sebuah kota dengan menjual foto dan pernak-pernik.(Twitter/ImSoloTraveller) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Beberapa turis asing yang datang ke Indonesia sempat diketahui menjadi pengemis atau yang biasa dikenal dengan istilah "begpackers" tak hanya terjadi di luar negeri. Indonesia sebagai destinasi wisatawan mancanegara juga mengalami hal serupa.

Catatan Kompas.com setidaknya terdapat beberapa peristiwa kala turis asing menjadi pengemis di Indonesia. Banyak di antara mereka yang kisahnya viral dan berakhir dideportasi oleh Imigrasi.

APGI Minta Kemenparekraf Prioritaskan Pelaku Pariwisata Gunung Dapat Kartu Prakerja

Kurangi Resiko Penularan Virus Corona, AirAsia Philippines Luncurkan APD untuk Kru Kabin

Sepanjang 2019-2020, Kompas.com mencatat dua kejadian pengemis bule yang tertangkap pihak Imigrasi Indonesia.

WNA Mesir Mengemis di Riau Dideportasi

Pada Februari 2019, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau, mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Mesir bernama Tarek Ashour Mostafa Abdelaty (48), Jumat (15/2/2019). Diberitakan Kompas.com, Tarek sempat mengemis karena sudah kehabisan uang. "Tadi pagi sudah kita berangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Garuda Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pukul 08.00 WIB," kata Kepala Rudenim Pekanbaru Junior Sigalingging.

Junior mengatakan, WNA tersebut merupakan penyerahan dari kantor Imigrasi Dumai pada Desember 2018. Sebelumnya diketahui Tarek berangkat dari Malaysia menuju Dumai melalui jalur laut.

"Bulan November dia di Malaysia ditolak, karena dari paspornya kita lihat dia sudah beberapa kali di Malaysia. Kemudian menyeberang ke Indonesia melalui Dumai," ujarnya. Petugas Imigrasi mendapat informasi bahwa ditemukan seorang WNA yang menjadi pengemis di Dumai. Kemudian, pihaknya langsung melesuri di mana keberadaan WNA tersebut.

"Dia ini memang terluntang-lantunglah, tidak jelas. Jadi ada informasi minta-minta uang atau jadi pengemis, karena dia sudah tidak punya apa-apa, hanya pakaian di badan saja," kata Junior. Setelah itu, Junior menyurati dan berkoordinasi dengan Kedutaan Mesir pada bulan Desember 2019.

"Kita dapat jawaban dari Kedutaan Mesir sekitar seminggu yang lalu. Kemudian difasilitasilah pembelian tiketnya," ungkap Junior. Tarek pun akhirnya dideportasi dari Indonesia kembali ke Mesir. Ia berangkat dari Jakarta ke Jeddah, kemudian ke Kairo. Deportasi dikawal oleh petugas imigrasi. "Jadwal berangkatnya besok pagi, Sabtu (15/2/2019). Jadi yang bersangkutan itu satu malam ini di ruang detensi imigrasi yang ada di bandara Soekarno Hatta," jelas Junior.

Keluarga Rusia Mengamen di Pasar Tradisional Kebon Roek, Nusa Tenggara Barat

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved