Mengenal Istilah Begpackers, Fenomena Turis Asing Minta Uang Layaknya Pengemis

Dengan tampilan sederhana, mereka mampu menarik perhatian orang untuk memberikan uang kepadanya

Dok. Coconuts
Dua orang turis mengemis di Pasar Samkong, Phuket, Thailand. (Dok. Coconuts) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Akhir-akhir ini tengah viral video keluarga asal Rusia yang mengamen di Pasar Tradisional Kebon Roek, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Keluarga tersebut rupanya tidak hanya mengamen di Indonesia saja, mereka pernah terekam mengamen di beberapa negara seperti Malaysia danThailand.

Dengan tampilan sederhana, mereka mampu menarik perhatian orang untuk memberikan uang kepadanya. Namun keberadaan mereka menuai kontroversi. Banyak netizen lokal merasa terganggu akan kejadian ini dan menyebut mereka sebagai pengemis atau begpackers.

Ulah Wisatawan Asing yang Begpackers di Indonesia dari 2019-2020, Mengemis dan Mengamen

Selama Physical Distancing, Pecinta Laut Tetap Bisa Ambil Kursus Selam Lewat Online

Mengutip BBC, begpackers merupakan tren yang tengah berkembang dari orang Barat, bepergian di negara-negara Asia. Sayangnya ketika tiba di negara Asia dengan pendapatan per kapita di bawah pendapatan per kapita negara mereka, turis asing begpackers malah mengemis, mengamen, atau berjualan. Mereka mencari uang dan dukungan agar mempertahankan perjalanan "keliling dunia" mereka.

Kendati biasa dikenal sebagai orang Barat, tak sepenuhnya begpackers ini berasal dari sana. Banyak dari mereka yang berasal dari negara-negara Eropa Timur yang miskin seperti Rusia atau Ukraina.

Joshua D Bernstein, seorang peneliti pariwisata dari Universitas Thammasat di Bangkok, mengatakan kepada ABC bahwa mayoritas pengemis ini berasal dari Rusia atau negara bekas Uni Soviet.

Apa yang dilakukan begpackers?

Keluarga Rusia diduga mencari uang dengan cara mengamen. Sementara begpackers lain umumnya meminta sumbangan dengan menjual foto atau pernak-pernik mereka dapat selama perjalanan. Kebanyakan dari mereka terlihat di Laos, Indonesia, Hong Kong, dan Thailand, tulis Daily Mail. Mereka duduk di pinggir jalan dan meminta uang tunai. Mereka juga mencoba mencari tumpangan gratis dan menginap tanpa membayar.

Menuai Kecaman Penduduk Lokal

Mengutip Daily Mail, sejumlah foto para turis mengemis itu terlihat diunggah dalam halaman Facebook Begpackers in Asia. Tampak unggahan itu menggambarkan foto para turis asing yang duduk di jalanan dengan tanda pengemis mereka di Vientiane, Laos, dan Bangkok. Penduduk lokal mulai geram melihat tingkah dari para turis asing tersebut. Penduduk lokal menganggap begpackers adalah orang yang kaya dan memiliki hak istimewa.

Seorang netizen bernama Danny Kalina mengomentari salah satu foto pengemis muda yang duduk di jalan Vientiane memberikan isyarat perdamaian dengan tangannya. "Tangkap, hukuman, larangan, dan dideportasi. Jika tidak bisa membayar hukuman, dipenjara, dilarang, dan dideportasi saja," tulisnya seperti dikutip Daily Mail. Sementara itu di Thailand, pemerintah telah mengesahkan undang-undang yang melarang pemberian uang kepada pengemis. Thailand juga meminta para turis menunjukkan bukti bahwa mereka memiliki minimum 10.000 baht Thailand setara Rp4,6 juta sebelum mengizinkan mereka masuk.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved