Kangen Takjil di Indonesia, WNI di Islandia Ini Jualan Takjil untuk Buka Puasa

Di Indonesia, ada takjil yang identik dengan Ramadhan seperti kolak pisang, biji salak, gorengan, dan masih banyak lagi

google.com
ilustrasi aneka takjil 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Saat bulan ramadan, warga muslim yang menunaikan ibadah puasa biasanya suka memasak aneka menu saat berbuka. Di Indonesia, ada takjil yang identik dengan Ramadhan seperti kolak pisang, biji salak, gorengan, dan masih banyak lagi. Hal ini lah yang membuat Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri kangen karena tidak ada takjil khas Indonesia di negara tempat tinggalnya.

Untuk mengakalinya, WNI di luar negeri membuat takjil sendiri dan menjual masakannya. Cerita WNI berjualan takjil ini didapat dari Asti, seorang WNI di Islandia. Ia mengatakan banyak orang Indonesia yang kangen jajanan buka puasa Tanah Air. 

Menikmati Midnight Sun, Cara Warga Negara Skandinavia Menikmati Musim Panas

Dilarang Mudik Pemerintah, Berikut Daftar Bandara di Indonesia yang Hentikan Penerbangan

"Alhasil, ada teman orang Indonesia yang rajin jualan takjil buat buka. Namanya Ira Rosmiati. Dia jual kolak biji salak, dadar gulung, tahu isi, bakso malang, es campur, gemblong, combro, serabi dan lain-lain," kata Asti saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Lanjutnya, banyak orang Indonesia yang kangen, selalu membeli takjil di Ira. Tak hanya umat Islam saja yang membeli, umat agama lain pun juga kerap membeli takjil khas Indonesia di Ira. Berkat adanya takjil, Asti mengaku rasa kangen akan suasana Ramadhan di Indonesia cukup terobati.

"Karena biasanya kan beli bahan kalau mau buat sendiri di Toko Asia di Islandia. Nah, yang agak susah seperti gula jawa biasanya beli dari toko Asia di Belanda," ujarnya. Ia mengaku sulitnya membeli gula jawa di Islandia lantaran tak dapat menikmati gula aren asal Thailand yang dijual.

"Soalnya gula aren dari Thailand di sini rasanya kurang enak, manis doang. Tidak gurih kayak gula jawa dari Indonesia," tambahnya. Terkait lama puasa di Islandia, Asti mengaku tak bermasalah kendati berpuasa selama 16-18 jam. Bahkan dirinya mengatakan sempat mengikuti program puasa di salah satu masjid yaitu Islamic Cultural Center of Island (ICCI) yang berpuasa 22 jam. Durasi puasa tersebut ia lakukan ketika awal kedatangannya ke Islandia, Juni 2016 lalu.

Namun sekarang program puasa di Masjid Ármúli (Félag Múslima á Íslandi) tempat Asti beribadah, memberi acuan waktu puasa 16-18 jam. "Alhamdulillah, Allah Maha Besar. Disuruh puasa 22 jam namun dikasih cuaca yang enggak panas, paling panas cuma sekitar 10-12 derajat celsius saat musim panas," jelas Asti. Cuaca yang digin diakui Anti membuatnya tidak mudah haus atau lelah.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Kangen Takjil Tanah Air, WNI di Islandia Jualan Takjil untuk Buka Puasa

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved