APGI Minta Kemenparekraf Prioritaskan Pelaku Pariwisata Gunung Dapat Kartu Prakerja

pihaknya sudah mengirimkan data massal anggotanya dan profesi pemandu gunung, serta para pekerjanya yang terdampak dari wabah virus corona

Dok. APGI
Salah satu pemandu gunung bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sedang memandu turis mendaki Gunung Ijen di Banyuwangi.(Dok. APGI) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) kini mendesak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) agar memprioritaskan data massal yang sudah dikirim untuk Kartu Prakerja.

Sekretaris Jenderal APGI, Rahman Mukhlis mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan data massal anggotanya dan profesi pemandu gunung, serta para pekerjanya yang terdampak dari wabah virus corona ke Kemenparekraf.

Akibat Corona, Kunjungan Turis Asing ke Bali Anjlok Hampir 100 Persen

Masa Tanggap Darurat Corona, Ini 6 Program Kemenparekraf

"Awalnya kita kirim data via Kemenpar, harapannya bisa jadi prioritas diterima sebagai peserta prakerja, tetapi ternyata tidak. Semua dikembalikan sesuai prosedur. Akhirnya kita merespon dengan menginstruksikan anggota daftar secara individu atau masing-masing di web prakerja sesuai prosedur," kata Rahman saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Lanjutnya, hal ini justru menyulitkan bagi para pelaku pariwisata gunung yang tergabung dalam APGI untuk proses pendaftaran Kartu Prakerja. Ia menuturkan bahwa pada gelombang pertama pendaftaran Kartu Prakerja, sebagian besar yang mendaftar tidak lolos. Kendati demikian, Rahman tidak mengetahui pasti berapa orang yang lolos.

"Tapi yang report diterima tidak sampai 10 orang," terangnya. Adapun 10 orang tersebut berasal dari 328 anggota yang diajukan APGI untuk menerima Kartu Prakerja. APGI sendiri memiliki total keseluruhan anggota sebanyak 1045 orang.

Oleh karena itu, ia mengaku APGI tengah mendorong Kemenparekraf untuk mengembalikan pendaftaran kepada data massal yang sudah dikirimkan. "Kita sih terus mendorong Kemenparekraf semoga data yang kita ajukan massal bisa diprioritaskan, karena semuanya sekarang dilakukan dengan individu," tambahnya.

APGI sendiri melaporkan, meski seluruh wisata gunung ditutup demi mencegah penyebaran virus corona, kegiatan asosiasi tetap berjalan seperti biasa dan melalui online.

Hal tersebut kata dia, untuk menjaga silaturahmi, semangat, inspirasi dan kompetensi anggota. "Kegiatan bisnis anggota di wisata gunung, sementara semua stop operasional. Namun kegiatan asosiasi tetap jalan melalui program online," katanya. Terkait masalah finansial, Rahman mengatakan banyak dari anggota APGI yang banting setir ke pekerjaan lain seperti bertani, buka usaha di bidang kuliner, alat kesehatan dan lainnya.

Kini, Rahman mengaku berharap pada pemerintah agar segera mewujudnyatakan segara program yang telah direncanakan untuk membantu sektor pariwisata. "Program yang lebih kongkrit dan berdampak langsug bagi pelaku pariwisata. Misalnya jika pelatihan, itu sesuai kebutuhan industrinya, dan sisi lainnya pelaku dapat manfaat ekonomis," ujarnya. Terakhir, ia menyarankan agar pemerintah memaksimalkan program padat karya pariwisata untuk pemberdayaan pelaku pariwisata.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : APGI Minta Kemenparekraf Prioritaskan Data Massal yang Dikirim untuk Kartu Prakerja

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved