Ikuti Larangan Mudik Lebaran 2020, PELNI Tak Akan Jual Tiket Hingga 8 Juni 2020

manajemen akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator untuk mengatur pola trayek agar dapat berjalan secara maksimal

https://www.facebook.com/pelni162
ILUSTRASI - Kapal Pelni(https://www.facebook.com/pelni162) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Demi mengikuti larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah, manajemen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – PT PELNI (Persero) tak akan menjual tiket pada pelanggan.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI, Yahya Kuncoro, menyampaikan bahwa PT PELNI tidak akan menjual tiket pada pelanggan hingga tanggal 8 Juni 2020.

Pandemi Corona, Kapal PELNI yang Tetap Operasional untuk Rute Tertentu

Corona Belum Mereda, Banda Aceh Batalkan Semua Agenda Wisata Sepanjang Tahun 2020

“Berdasarkan aturan tersebut, sementara waktu kami akan mempersiapkan seluruh kapal penumpang kami untuk mengangkut muatan logistik,"ujar Yahya dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (24/4/2020).

Ia menambahkan bahwa manajemen akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator untuk mengatur pola trayek agar dapat berjalan secara maksimal.

PELNI akan terus memaksimalkan pelayanan kapal-kapalnya baik untuk angkutan penumpang atau pun angkutan logistik. PELNI juga akan mengoperasikan kapal-kapalnya secara bergantian menuju wilayah yang tetap membuka pelabuhannya untuk angkutan barang.

Aturan refund

Terkait dengan refund, Yahya menjelaskan bahwa penumpang yang terlanjur membeli tiket bisa mengajukan refund dengan menghubungi call center PELNI di nomor 162 atau mendatangi loket cabang terdekat. “Terkait pembatalan tiket selama periode keberangkatan yang dilarang oleh pemerintah maka refund 100 persen,” ujar Yahya.

Penumpang harap mempersiapkan kartu identitas asli dan fotokopi juga kode booking tiket untuk verifikasi data. “Saat ini pengajuan refund secara online belum bisa dilakukan karena sedang tahap pengembangan. Namun ke depan segala aktivitas pembayaran akan diberlakukan secara online,” tutupnya.

Kebutuhan logistik

Menurut Yahya, sekitar 50 persen kapal penumpang PELNI memiliki ruang yang dapat dimaksimalkan untuk mengangkut muatan kontainer, baik itu dry maupun reefer container, general cargo. Beberapa kapal bahkan bisa juga untuk mengangkut kendaraan.

"PELNI sendiri memiliki komitmen untuk membantu pemenuhan kebutuhan logistik di seluruh wilayah di Indonesia, terutama Indonesia Timur sehingga dapat menjaga stabilitas kebutuhan barang di Indonesia," papar Yahya. Sementara itu, PELNI akan tetap mengoperasikan kapal perintis untuk mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang berada di wilayah T3P yang ingin memenuhi kebutuhan pokok atau pun bekerja.

“Tentunya sebelum melakukan kegiatan operasional, kami akan memeriksa kesehatan seluruh kru yang bertugas sesuai dengan prosedur yang ada. Kami akan pastikan semua kru dalam keadaan sehat dan memenuhi standar untuk melakukan pelayaran,” jelas Yahya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Larangan Mudik, PELNI Tidak Jual Tiket Hingga 8 Juni 2020

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved