Maladewa Lockdown, Wisatawan yang Terjebak Merasa Senang Diisolasi di Resort Mewah

Khawatir masalah logistik karena tidak bisa pulang ke Afrika Selatan, keduanya pun memutuskan meminta bantuan pada Konsulat Afrika Selatan

Shutterstock
Keindahan Maladewa sebagai tempat romantis untuk merayakan valentine.(Shutterstock) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Akibat pandemi virus corona yang kini menginfeksi sebagian besar negara termasuk Maladewa, membuat beberapa wisatawan terjebak di negara tempat mereka berlibur.

Beberapa negara membuat peraturan terkait penguncian nasional serta membatasi penerbangan. Wisatawan tidak boleh keluar dan masuk negara tersebut, inilah yang terjadi di Maladewa.

Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Operasional Bandara Radin Inten II Masih Normal

Pariwisata Dunia Dipredksi Pulih 10 Bulan Pasca Wabah Corona, Indonesia Optimis

Lalu bagaimana nasib wisatawan yang tertahan di Maladewa hingga waktu yang belum ditentukan tersebut? Kisah pertama datang dari pasangan terakhir yang terjebak di Maladewa kala berlibur bulan madu.

Melansir The New York Times, awalnya pasangan tersebut sedang berbulan madu di sebuah resor bintang lima, Maladewa. Mereka tiba di kepulauan eksotik tersebut sejak 22 Maret 2020 setelah melangsungkan pernikahan di Afrika Selatan, negara asal mereka.

Berencana untuk tinggal selama enam hari di Maladewa, namun virus corona memaksa negara harus memperpanjang liburannya. Khawatir masalah logistik karena tidak bisa pulang ke Afrika Selatan, keduanya pun memutuskan meminta bantuan pada Konsulat Afrika Selatan dan Kedutaan Besar Afrika Selatan.

Seorang perwakilan mengatakan kepada mereka bahwa ada sekitar 40 orang Afrika Selatan lainnya yang tersebar di Maladewa. Pilihannya adalah mereka menyewa jet sewaan dengan biaya sendiri sebesar 104.000 dollar AS atau setara Rp 1,6 miliyar.

Hingga Minggu (12/4/2020), keduanya merupakan satu-satunya tamu di resor Cinnamon Velifushi Maldives. Tarif kamar di resor ini mulai dari 750 dollar AS per malam atau setara Rp 12 juta per malam. Melansir The New York Times, kegiatan mereka setiap harinya adalah tidur, snorkeling, bersantai di tepi kolam renang. Hal itu selalu berulang setiap harinya. 

"Sungguh luar biasa bahwa kita mendapatkan waktu tambahan berlibur ini, namun finansial cukup membebani kami," kata De Freitas seperti dikutip The New York Times. Usai tinggal di resor tersebut berhari-hari, keduanya pun mendapat kabar pemerintah daerah akan mensubsidi sebagian besar biaya tinggal. Keduanya dibawa dengan speedboat ke resor bintang lima lainnya. Hingga kini, mereka belum tahu sampai kapan berada di Maladewa. Nasib sama juga dialami sebuah keluarga asal Israel.

Keluarga ini terdampar di salah satu hotel bintang lima di Maladewa. Melansir The Times of Israel, keluarga bernama Elimelech ini mengawali ceritanya tiba di Maladewa pada 20 Maret 2020. "Kami pikir dalam waktu tiga minggu keadaan akan kembali normal kurang lebih. Saya memberitahu istri dan anak-anak bahwa kami tidak pergi berlibur namun bertualang,"kata Nissan Elimelech.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi," lanjut Elimelech yang ke Maladewa bersama istri dan tiga anaknya Awalnya, mereka akan kembali ke Israel pada 10 April, namun dibatalkan karena wabah virus.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved