Pariwisata Dunia Dipredksi Pulih 10 Bulan Pasca Wabah Corona, Indonesia Optimis

Berdasarkan data UNWTO, hal ini artinya berdampak pada nilai pertumbuhan yang akan hilang selama lima hingga tujuh tahun karena virus corona

shutterstock.com/Davide+Angelini
Ilustrasi wisatawan di Bali.(shutterstock.com/Davide+Angelini) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Selama pandemi virus Corona, Sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terdampak. Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) merilis situasi dan dampak virus corona akan membuat penurunan penerimaan pariwisata internasional dengan perkiraan sekitar 20 hingga 30 persen.

Berdasarkan data UNWTO, hal ini artinya berdampak pada nilai pertumbuhan yang akan hilang selama lima hingga tujuh tahun karena virus corona.

Akibat Lockdown Nasional, Gajah Thailand Kelaparan

Virus Corona Meluas, Hong Kong Kini Perpanjang Travel Ban bagi Turis Asing

Melansir Modern Diplomacy, Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan pariwisata adalah salah satu yang paling terpukul dari semua sektor ekonomi. "Namun, pariwisata juga bersatu dalam membantu mengatasi keadaan darurat kesehatan yang luar biasa ini. Ini adalah prioritas utama kami, sembari bekerjasama untuk mengurangi dampak krisis, terutama pada lapangan kerja, dan untuk mendukung upaya pemulihan," kata Zurab seperti dikutip Modern Diplomacy.

Sementara itu, World Travel and Tourism Council (WTTC) telah memperingatkan pandemi ini dapat memangkas 50 juta pekerjaan di seluruh dunia dalam industri perjalanan dan pariwisata. Melansir World Economic Forum, Asia diperkirakan akan terkena dampak terburuknya. Ia menambahkan, diperlukan hingga 10 bulan bagi industri untuk pulih setelah wabah selesai. Direktur Pelaksana WTTC Virginia Messina mengatakan bahwa dampak ini tergantung berapa lama epidemi berlangsung. "Langkah-langkah tertentu tidak membantu dan mereka dapat mendorong dampak ekonomi menjadi jauh lebih signifikan," katanya.

Lantas bagaimana dengan Indonesia?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengharapkan agar keadaan pariwisata dapat lebih cepat pulih. "Memang ada riset dari UNWTO, dan lembaga lain yang mengatakan pariwisata dunia akan pulih di tahun 2022, bahkan ada yang bilang sampai tujuh tahun, tapi kan itu bicara dunia," kata Wishnutama dalam diskusi online bersama PHRI, ASITA, dan sejumlah media, Selasa (7/4/2020). "Kalau kita bicara recovery dan normalisasi, kami sudah merancang yang diharapkan dapat mempercepat proses, agar tidak selama itu," lanjutnya.

Ia mengatakan Kemenparekraf sudah merancang tiga tahap atau fase untuk menanggulangi virus di antaranya tanggap darurat, recovery, dan pemulihan. Saat ini, Indonesia tengah berada dalam tahap tanggap darurat. Wishnutama menjelaskan, pada tahapan ini, pemerintah, termasuk Kemenparekraf berfokus membantu tenaga medis dengan cara kerjasama hotel, dan industri transportasi.

Selain itu, Wishnutama juga mengatakan, Kemenparekraf telah mendirikan tim krisis atau satgas kepariwisataaan yang tujuannya mengumpulkan data para pelaku parekraf terdampak virus corona. "Tim Krisis atau satgas ini kita inisiasikan salah satunya untuk mengumpulkan data. Lalu satgas ini berguna untuk mendapatkan informasi komprehensif dari para pelaku parekraf. Ini kan data akurat," ujarnya.

Data yang terkumpul Tim Krisis ini nantinya akan diserahkan kepada Kementerian atau Lembaga terkait, sehingga bisa dikaji tindak lanjut penanggulangannya. Wishnutama meyakini, pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia setelah wabah berakhir dapat jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Jika saya pelajari dari negara-negara yang berhasil meminimalisir Covid-19, masyarakatnya benar-benar kompak bersatu menghadapi pandemi," kata Wishnutama. "Jika kita dengan semangat positif terhadap parekraf ke depannya justru saya amat meyakini pada saat pandemi berakhir parekraf kita bisa jauh lebih baik," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved