Pandemi Corona Meluas, India Ubah Kereta Menjadi Rumah Sakit Sementara

Indian Railways mengatakan bahwa mereka telah berencana untuk mengubah setidaknya sebanyak 20.000 gerbong kereta untuk dijadikan sebagai ruang isolasi

Shutterstock
Ilustrasi kereta di India. (Shutterstock) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Akibat pandemi virus corona yang semakin meluas, jaringan kereta api India akan mengubah kereta api mereka menjadi rumah sakit.

Melansir Independent, Senin (6/4/2020), rumah sakit tersebut akan digunakan untuk menampung pasien virus corona ( Covid-19 ) setelah seluruh layanan penumpang ditangguhkan pada Maret 2020.

Ikuti Anjuran Pemerintah Terapkan Sosial Distancing Kawasan Harajuku, Jepang Kini Sepi

Tak Biasa,Tempat Karantina Virus Corona Warga Singapura dan Australia Berada di Hotel Mewah

Indian Railways mengatakan bahwa mereka telah berencana untuk mengubah setidaknya sebanyak 20.000 gerbong kereta untuk dijadikan sebagai ruang isolasi.

Ruang tersebut nantinya akan dilengkapi dengan tempat tidur bertirai, tempat para perawat, kabin dokter, dan ruang untuk menaruh peralatan dan persediaan medis. Setiap gerbong kereta dapat mengakomodasi 16 pasien.

Berdasarkan informasi dari Executive Director of Information and Publicity untuk Railway Board Rajesh Dutt Bajpai, sebanyak 5.000 ruang isolasi pertama akan diluncurkan dalam 2 minggu.

Bersiap untuk Melawan Virus Corona: Dalam sebuah inisiatif baru, Railways telah mengubah gerbong kereta menjadi ruang isolasi untuk pasien Covid-19,” kata Minister of Railways and Commerce and Industry India Piyush Goyal, melalui akun Twitter resminya, mengutip Independent.

Saat ini, Railways akan menawarkan lingkungan yang bersih, tersanitasi, dan higienis bagi para pasien agar mereka dapat sembuh dengan nyaman,” lanjutnya. Setelah diubah, gerbong kereta akan melakukan perjalanan ke kawasan yang membutuhkan tempat tidur ekstra di seluruh 7.349 jaringan stasiun dan 67.368 kilometer lintasan Indian Railways.

India sudah berjuang dengan kapasitas medis yang rendah dengan hanya rata-rata 0,5 tempat tidur per 1.000 penduduk sebelum pandemi tersebut menyerang. Ini juga tidak terdistribusi secara merata dengan beberapa kota yang jauh lebih memungkinkan untuk memiliki peningkatan kapasitas dan peralatan medis dibandingkan dengan daerah pedesaan.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2017 Britania Raya memiliki rata-rata 2,54 tempat tidur rumah sakit per 1.000 orang. Berdasarkan King’s Fund, angka tersebut merupakan setengah dari 30 tahun yang lalu. Jepang memiliki angka tempat tidur paling tinggi dengan jumlah lebih dari 13 per 1.000 orang.

“Kami sudah melihat apa yang sudah dialami oleh China,” kata seorang virolog dan CEO Wellcome Trust/DBT India Alliance, Shahid Jameel kepada CNN, mengutip Independent. “Sangat penting untuk meningkatkan kepadatan (tempat tidur) ini dengan cara apa pun dalam jangka pendek, dan lebih sistematis dalam jangka panjang setelah wabah berakhir,” lanjutnya. Ruang dalam gerbong kereta tersebut hanya akan digunakan untuk merawat pasien Covid-19 yang tidak sakit parah.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : India Ubah Kereta Menjadi Rumah Sakit Sementara Covid-19

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved