Tak Biasa, di Tengah Wabah Virus Corona, Harga Tiket Pesawat Menuju China Malah Melonjak Drastis

Sementara beberapa negara membuat kebijakan karantina kawasan dan larangan bepergian. Banyak maskapai yang juga menangguhkan rute penerbangan

AFP/GETTY IMAGES/MARIO TAMA
Warga menjaga jarak aman saat mengantre berbelanja di supermarket di Glendale, California, Amerika Serikat, 14 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona.(AFP/GETTY IMAGES/MARIO TAMA) 

Kenaikan tiket pesawat diprediksi hanya jangka pendek

Seorang profesor di Institut Manajemen Penerbangan Sipil yang dikelola Pemerintah China, Diao Weimin, mengatakan bahwa peningkatan harga selama beberapa minggu terakhir mungkin hanya bersifat jangka pendek. Dia menambahkan bahwa harga dan pemesanan tidak hanya didorong oleh pasar, tetapi juga tergantung pada peraturan dan kebijakan penerbangan secara global.

“Ini tidak akan memiliki dampak yang besar pada keseluruhan operasi, atau pada lanskap pasar global maskapai penerbangan,” kata Weimin. Sementara jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi berkurang di China, puluhan kota meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap kasus impor (imported case).

Pemerintah Kota Beijing memberlakukan karantina wajib 14 hari kepada siapa pun yang memasuki area kota tersebut, baik melalui darat maupun udara. Kebijakan tersebut dijalankan tanpa melihat apakah pelancong tersebut merupakan wisatawan domestik atau mancanegara. Kebijakan tersebut turut diikuti oleh beberapa otoritas provinsi di Guangdong, Shandong, Zhejiang, Sichuan, dan Shanghai yang mengoperasikan bandara internasional.

Pemerintah China ingin memastikan bahwa ibu kota China terbebas dari kasus impor. Mereka mengarahkan semua penerbangan masuk ke 12 kota, termasuk Tianjin, Shanghai, dan Nanjing. Berdasarkan International Air Transport Association (IATA), kapasitas industri penerbangan mungkin dapat dipangkas hingga 80 persen dalam waktu dekat. Hal tersebut dapat membuat beberapa maskapai penerbangan yang kekurangan dana memiliki risiko penutupan.

IATA menyebutkan, industri penerbangan membutuhkan dana talangan gabungan lebih kurang 200 miliar dollar AS, setara dengan Rp 3 kuadriliun, untuk bertahan di tengah pandemi virus corona.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Harga Tiket Pesawat Menuju China Melonjak Drastis di Tengah Virus Corona

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved