Hotel dan Restoran di Sukoharjo Tak Seramai Seperti Biasanya, PHRI Usulkan Keringanan Pajak

Penurunan tersebut mulai terasa tatkala wabah virus Corona merebak di masyarakat awal Maret 2020

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Hotel Pose In 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SUKOHARJO - Okupansi hotel dan restoran yang berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo kini mengalami penurunan drastis akibat wabah virus Corona.

Penurunan tersebut mulai terasa tatkala wabah virus Corona merebak di masyarakat awal Maret 2020.

Pemkot Solo Akhirnya Tanggapi Usulan Keringanan Pajak Para Pengusaha Kuliner

Cegah Meluasnya Wabah Corona di Wilayahnya, Aston Bogor Hotel & Resort Tutup Sementara

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sukoharjo Oma Nuryanto menyampaikan okupansi hotel dan restoran turun hampir 100 persen.

"Bisa dikatakan drop total, kondisinya sangat memprihatinkan karena pemerintah dan korporasi membatalkan kegiatan di hotel," tutur Oma saat dihubungi TribunSolo.com, Sabtu (21/3/2020).

"Tidak turun lagi, sudah tiarap, okupansi turun hampir delapan puluh persen," imbuhnya membeberkan.

Oma meminta pemerintah daerah untuk menyikapi kondisi tersebut sesegara mungkin.

Apabila kondisi tersebut tidak diatasi segera, banyak hotel dan restoran terancam bangkrut.

"Kondisi ini kalau tidak segera diselesaikan bisa membawa dampak luar biasa kepada hotel dan restoran," kata dia.

Sejumlah hotel dan restoran mulai menerapkan efisiensi sebagai respon terhadap kondisi yang terjadi.

Penghematan listrik dan merumahkan sejumlah karyawan menjadi opsi yang dipilih.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved