Kurangi Penyebaran Virus Corona, Taj Mahal di India ditutup

Langkah itu, yang diumumkan Senin malam, terjadi hanya beberapa hari setelah pihak berwenang di kota itu menutup sekolah, bioskop, mal

smithsonianmag.com
Tak Mahal di India 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Demi mencegah meluasnya virus Corona, India menutup tempat salah satu bangunan bersejarah yakni Taj Mahal.

Kota metropolitan berpenduduk padat, Mumbai juga memberi wewenang kepada rumah sakit dan bandara untuk mengisolasi diri.

Tak Semua Tempat Wisata Tutup, Taman Safari Masih Buka dan Ramai Dikunjungi Warga dari Jakarta

Terkait Kasus Corona, KBRI Madrid Himbau WNI di Spanyol

Dilansir dari channelnewsasia, tak hanya itu, penduduk juga diharusnya untuk mengikuti Karantina Rumah.

Langkah itu, yang diumumkan Senin malam, terjadi hanya beberapa hari setelah pihak berwenang di kota itu menutup sekolah, bioskop, mal, pusat kebugaran, dan melarang pertemuan massa.

Negara bagian Maharashtra di India bagian barat, yang merupakan rumah bagi Mumbai, telah menjadi tempat paling parah dengan 39 kasus virus korona yang dikonfirmasi, atau sekitar seperempat dari 120 kasus yang dikonfirmasi di negara tersebut.

Tak hanya dengan Taj Mahal, lusinan monumen dan museum yang dilindungi lainnya di seluruh negeri termasuk gua Ajanta dan Ellora dan situs keagamaan seperti kuil Siddhivinayak di Mumbai, diperintahkan ditutup.

India juga memperluas pembatasan perjalanan dan visanya pada hari Senin, melarang penumpang yang bepergian dari negara-negara anggota Uni Eropa, Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa, Turki dan Inggris.

Pihak berwenang di India dan wilayah Asia Selatan yang lebih luas telah meminta para pelancong mengasingkan diri, atau dikarantina di fasilitas medis.

Tempat karantina ini dianggap buruk dan tidak higienis oleh banyak pengunjung.

Setidaknya ada 38 warga Afghanistan, yang baru-baru ini kembali dari Iran dan ditahan dalam isolasi.

Namun mereka melarikan diri dari fasilitas karantina di Afghanistan barat pada hari Senin setelah memecahkan jendela dan menyerang staf rumah sakit.

Setidaknya satu dari mereka dipastikan memiliki coronavirus.

Secara terpisah, di Navi Mumbai, pinggiran pusat keuangan India, media lokal melaporkan bahwa 11 orang, yang telah diisolasi setelah kembali dari Dubai, juga melarikan diri dari rumah sakit sehingga memaksa pihak kepolisian setempat untuk melakukan perburuan.

Meskipun Asia Selatan relatif sedikit terkena penyebaran virus korona, pihak berwenang khawatir bahwa langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang digunakan di Cina dan Korea Selatan akan sulit ditegakkan di wilayah Asia Selatan yang miskin dan padat yang sering kurang memadai fasilitas kesehatan.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Ekayana
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved