Merasakan Makanan Khas Jogja, Jadah Tempe

Jadah tempe terdiri dari tempe atau tahu bacem, kemudian disantap dengan ketan campur kelapa yang dibentuk persegi

Kompas.com / Gabriella Wijaya
Makanan khas Jawa, Jadah tempe(Kompas.com / Gabriella Wijaya) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Di Gunungkidul, Sleman, Yogyakarta terdapat satu camilan bernama jadah tempe.

Makanan tersebut dikisahkan sebagai makanan kegemaran keluarga Keraton sejak lama.

Jadah tempe terdiri dari tempe atau tahu bacem, kemudian disantap dengan ketan campur kelapa yang dibentuk persegi.

Yummy ! Pecinta Kuliner Harus Kesini, Sebuah Kamar Bertema Roti Telah Dibuka di New York

Kuliner Ndeso Bercita Rasa Pedas, Brambang Asem Kini Sudah Mulai Susah Ditemukan di Solo

Ketan ini yang disebut sebagai jadah. Ketan dan tempe biasanya diapit dan dimakan bersamaan. Tak jarang jadah dan tempe diikat dengan daun pisang.

"Kalau makan memang sekaligus begini, jadi kayak burger," jelas Lina Marlianan penjual jadah tempe di Javanese Food Festival, Mal Mangga Dua, Sabtu (22/2/2020). Saat jadah dan tempe digigit secara bersamaan memang memberi sensasi rasa yang unik.

Tekstur pulen dari jadah bertemu terkstur tempe bacem yang padat, membuat sensasi menyantap jadah tempe ini semakin nikmat. Apa lagi jika jadah dibakar terlebih dahulu, sehingga teksturnya sedikit garing dan harum kelapa bertambah wangi.

Jadah atau ketan bakar. Camilan khas Yogyakarta. (Dok. Shutterstock/ Julian Somadewa)
Jadah atau ketan bakar. Camilan khas Yogyakarta. (Dok. Shutterstock/ Julian Somadewa) (Dok. Shutterstock/ Julian Somadewa)

Untuk rasa, nyatanya gurih dari jadah bercampur dengan rasa manis dari bacem membuat cita rasa yang seimbang.

Lina bercerita jika jadah tempet tercipta dari seorang mantan carik atau pimpinan Sekretariat Desa di Kaliurang bernama Mbah Sastro. Ia lebih dikenal dengan sebutan Mbah Carik.

Dahulu Mbah Sastro sering memberikan makanan persembahan sebagai bentuk pengabdian kepada Keraton.

Suatu ketika ia berkreasi dan menciptakan jadah tempe. Akhirnya kudapan ini menjadi kegemaran orang-orang keraton.

"Jadi banyak yang suka. Dulu ini sebenarnya makanan orang keraton di Jogja. Kalau ngopi di pagi hari itu makannya pakai ini," jelas Lina.

Jadah tempe akhirnya tak hanya digemari di kalangan keraton, melainkan juga oleh masyarakat umum.

Hal tersebut yang menjadi alasan Mbah Sastro atau Mbah Carik mendirikan warung jadah tempe di Kaliurang. Jadah tempe tersebut diberi nama, Jadah Tempe Mbah Carik. Warungnya ini diburu oleh wisatawan saat berpergian ke Kaliurang, Yogyakarta.

"Kalau orang ke Jogja, pasti kalau mau makan jadah tempe di sana," ujar Lina.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Jadah Tempe, Camilan Favorit Keraton dari Kaliurang Yogyakarta

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved