Menikmati Indahnya Gunkanjima, Sebuah Pulau Kecil yang Asri di Jepang

Pulau yang dulunya merupakan area pertambangan batu bara ini juga menampung keluarga para penambang

SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE
Kondisi bangunan di Gunkanjima yang terbengkalai puluhan tahun. (SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Gunkanjima adalah pulau kecil yang terletak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Nagasaki.

Pulau yang dulunya merupakan area pertambangan batu bara ini juga menampung keluarga para penambang. Untuk menampung banyak orang, tiap sudut pulau dibangun sedemikian rupa hingga bentuknya menyerupai kapal perang raksasa.

Pacu Adrenalin, Merasakan Sensasi Berlayar Mendekati Pusaran Air Laut Raksasa di Jepang

Permandian Air Panas Tertua dan Terpopuler di Jepang, Dogo Onsen

Maka dari itu, kawasan ini dijuluki Gunkanjima yang berarti pulau kapal perang. Sementara nama aslinya adalah Pulau Hashima. Terbengkalai selama puluhan tahun, pulau penuh misteri ini justru menarik wisatawan untuk berkunjung.

Area pertambangan, menampung keluarga penambang

Melansir Japan Guide, batu bara di Gunkanjima ditemukan sekitar akhir tahun 1810 oleh penguasa Prefektur Saga. Penambang dan keluarganya tinggal di sini, maka dibangunlah area tempat tinggal, gedung industrial, dan dam.

Kondisi bangunan di Gunkanjima yang terbengkalai puluhan tahun. (SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE)
Kondisi bangunan di Gunkanjima yang terbengkalai puluhan tahun. (SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE) (SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE)

Kala itu, Pulau Gunkanjima menjadi rumah bagi manager, pekerja, serta keluarganya. Mereka menjalankan kehidupan sehari-hari di sini. Sebagian pulau menjadi area tambang, sedangkan sisanya terisi dengan perumahan, sekolah, restoran, toko, pemandian umum khas Jepang, dan rumah sakit.

Terbengkalai puluhan tahun

Kondisi bangunan di Gunkanjima yang terbengkalai puluhan tahun. (SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE)
Kondisi bangunan di Gunkanjima yang terbengkalai puluhan tahun. (SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE) (SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE)

Pada tahun 1974, pertambangan ditutup dan seluruh penduduk di meninggalkan Gunkanjima. Semenjak saat itu bangunan di pulau kecil ini pun terbengkalai.

Diterjang badai topan selama bertahun-tahun membuat bangunan dan fasilitas tambang rusak, menimbulkan kesan mengerikan dan suasana mistis. Lantaran bangunan di Gunkanjima rawan roboh, kawasan ini ditutup bagi publik. Hanya dapat menyaksikan pulau misterius ini dari atas kapal yang berkeliling di area perairannya.

Menjadi tempat wisata

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved