Museum Ganesya Pamerkan Ratusan Peninggalan Kerajaan Majapahit

Di museum itu, sejumlah bukti sejarah tentang kejayaan dan kekayaan Nusantara dipamerkan

KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Berbagai koleksi di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020)(KOMPAS.com/ANDI HARTIK) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Ratusam koleksi bersejarah yang berada di Museum Ganesya menjadi salah satu bukti kejayaan kerajaan masa lalu, serta seni dan kebudayaan yang mengiringinya.

Di museum itu, sejumlah bukti sejarah tentang kejayaan dan kekayaan Nusantara dipamerkan. Museum Ganesya berada di Hawai Water Park, Jalan Graha Kencana Utara V, Malang, Jawa Timur.

Demi Hindari Banjir, Toko Buku di Venice Ini Simpan Rbuan Buku di Bak Mandi Hingga Kapal

Pecinta Alam Bersiap-Siap, Ada Lowongan Pekerjaan Untuk 2 Orang di Great Blasket, Irlandia

Museum ini menjadi salah satu atraksi wisata di komplek Hawai Water Park. Museum itu baru dibuka pada pertengahan 2019. “Barang yang ada di sini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit,” kata Marketing dan Relation Museum Ganesya, Tri Djunianto Prabowo sambil menunjuk dua ruang kaca, Selasa (14/1/2020).

Di dalam ruangan tersebut terdapat banyak peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit yang berjaya pada abad ke-14 masehi. Ada miniatur candi, genteng, saung dan rumah penduduk yang terbuat dari tanah liat.

Selain itu juga ada banaspati, hiasan berupa wajah raksasa yang mengerikan yang ditempatkan di atas pintu atau relung arca miniatur candi. Ada juga guci dan anglo. Di ruangan yang berbeda, terdapat replika pataka (bendara atau panji) dan pusaka yang digunakan oleh Kerajaan Singosari dan Majapahit.

Pataka merupakan bendera atau panji militer yang digunakan dalam peperangan untuk memberitahukan titik berkumpul kepada anggota pasukan sekaligus menandai lokasi panglima perang. Pataka menjadi unsur penting dalam sebuah kerajaan karena menjadi tanda kebesaran sekaligus legitimasi jabatan seseorang, selain fungsinya di medan perang.

Koleksi pataka di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020)(KOMPAS.com/ANDI HARTIK)
Koleksi pataka di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020)(KOMPAS.com/ANDI HARTIK) (KOMPAS.com/ANDI HARTIK)

Meski replika, empat pataka dan lima pusaka Kerajaan Singosari dan Majapahit itu dibuat persis dengan aslinya. Bahan yang digunakan juga sama, yakni perunggu. “Pataka ini benda aslinya ada di Amerika Serikat,” jelas Tri.

Selain benda-benda sejarah, museum itu juga menyimpan benda-benda mistis yang berkembang di tengah masyarakat terdahulu.

Termasuk jenglot dan boneka santet.

Koleksi boneka santet di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020)(KOMPAS.com/ANDI HARTIK)
Koleksi boneka santet di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020)(KOMPAS.com/ANDI HARTIK) (KOMPAS.com/ANDI HARTIK)

Ada juga berbagai koleksi keris, berlian dan fragmen gerabah peninggalan Kerajaan Singosari. Di ruang yang berbeda, museum itu juga menyimpan berbagai benda kesenian. Ada juga koleksi topeng yang mencerminkan karakter dan tokoh terdahulu. Seperti karakter tokoh Pandawa dan Kurawa dalam kisah Mahabharata.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Museum Ganesya Pamerkan Peninggalan Majapahit sampai Boneka Santet

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved