Berikut Makna Manisan dalam Sembahyang dan Perayaan Imlek

Sembahyang dilakukan di meja abu dan bertujuan untuk memberi penghormatan dan berterima kasih kepada Tuhan dan para leluhur

google.com
Ilustrasi manisan Imlek. (Dok. Shutterstock) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Dalam merayakan Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa beragama Konghucu tak luput dari melakukan sembahyang.

Sembahyang dilakukan di meja abu dan bertujuan untuk memberi penghormatan dan berterima kasih kepada Tuhan dan para leluhur.

Alasan Saus Yu Sheng Harus Ditumpahkan Searah Jarum Jam?

Kerap Jadi Hiburan saat Imlek, Berikut Makna Tarian Barongsai Saat Imlek

Meja abu biasanya akan diisi dengan papan arwah, dupa dan lilin, uang kertas, makanan dan minuman. Akan tetapi, ternyata beberapa barang tersebut memiliki makna tersendiri.

Mengutip buku “Hari-Hari Raya Tionghoa” yang ditulis oleh Marcus A.S terbitan Suara Harapan Bangsa, ada alasannya mengapa orang Tionghoa setiap bersembahyang selalu menyajikan makanan manis di meja sembahyang.

Simbol Penghidupan Manisan dianggap sebagai simbol penghidupan. Biasanya manisan yang akan disajikan berupa nanas, buah beligo (tong-kwa), kurma China (angco), atau buah atep (kolang-kaling yang telah dijadikan manisan).

Di kalangan orang Tionghoa, manisan kerap kali dijadikan sebagai simbol pengharapan demi mendapatkan madu kehidupan. Maksudnya adalah agar hal-hal baik terjadi di hidup mereka. Untuk pilihan manisannya juga memiliki makna tersendiri. Buah beligo dipercaya sebagai simbol ketulusan.

Sementara angco adalah simbol berkah karena dianggap sebagai makanan para dewa. Buah atep disajikan agar hati orang-orang yang melakukan sembahyang tetap mantap dengan apa yang mereka inginkan dan doakan.

Akan tetapi, terkadang buah atep diganti dengan manisan buah belimbing. Buah tersebut melambangkan ketajaman pikiran. Dalam melakukan sembahyang kepada Tuhan dan para leluhur pada Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa harus menahan seluruh amarah mereka.

Sebab, amarah yang dirasakan di hari dan bulan baik tersebut dapat membawa sial keluarga mereka.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Rayakan Imlek, Ini Makna Manisan dalam Sembahyang dan Perayaan Imlek

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved