Tak Banyak yang Tahu, Minum Teh Usai Makan Bukanlah Kebiasaan yang Sehat

Meskipunkerap dilakukan, ternyata minum teh setelah makan menyimpan dampak buruk bagi kesehatan tubuh

google.com
ilustrasi minum teh 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Bagi kebanyakan orang, kebiasaan minum teh merupakan hal yang kerap dilakukan. Bahkan minuman es teh atau teh hangat kerap jadi favorit saat menyantap makanan baik di warung makan atau restoran.

Segelas teh manis memang terasa menyegarkan setelah kita menyantap jenis makanan apa pun. Namun, di balik semua kenikmatan tersebut, ternyata minum teh setelah makan menyimpan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Mengenal Pasar Tradisional Unik di Dubai, Deira Souk

5 Manfaat Kesehatan Berlibur ke Pantai

Alasan tidak boleh minum teh setelah makan Mengonsumsi teh memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Sejumlah penelitian mengemukakan bahwa kandungan antioksidan dan polifenol di dalam teh dapat mengurangi risiko berbagai macam penyakit. Mulai dari tekanan darah tinggi, penyakit hati (liver), serangan jantung, stroke, diabetes, hingga kanker.

Meski demikian, kebiasaan minum teh saat makan atau setelah makan bukan hal yang baik karena dapat memberikan dampak kurang sehat. Alasannya, teh mengandung tanin dan polifenol (senyawa fenolik) yang dapat mengganggu penyerapan zat besi.

Akibatnya, jika kita sering sekali mengonsumsi teh, maka risiko kekurangan zat besi dalam tubuh pun meningkat. Semakin kuat cita rasa tehnya maka semakin besar efek teh untuk mengikat zat besi di dalam usus. Salah satu contohnya adalah teh hitam.

Teh hitam adalah jenis teh yang telah melewati serangkaian proses oksidasi lebih banyak sehingga menyebabkan warnanya menjadi lebih gelap dan memiliki cita rasa yang lebih kuat. Jenis teh ini juga tinggi akan kandungan polifenolnya. Selain teh hitam, teh herbal, serta jenis minuman lainnya, seperti kakao (bubuk cokelat), espresso, dan kopi juga tidak baik dikonsumsi saat makan.

Jenis minuman tersebut dapat mengikat zat besi dari makanan sebelum sempat diserap oleh tubuh. Akibatnya, nutrisi yang kita dapatkan dari makanan pun menjadi sia-sia. Kondisi ini berlaku baik pada pria maupun wanita.

Akan tetapi, tidak semua orang akan langsung mengalami kekurangan zat besi akibat minum teh saat makan. Terlebih para penikmat daging merah, ikan, dan daging unggas. Pasalnya ketiga jenis protein hewani tersebut dapat membantu mengatasi hambatan penyerapan zat besi. Kendati demikian, risiko tersebut tetap ada, terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat kekurangan zat besi.

Tak hanya itu, perempuan yang sedang menstruasi, kelompok vegan dan vegetarian juga disarankan untuk tidak melanjutkan kebiasaan makan sambil minum teh. Zat besi sendiri merupakan salah satu jenis mineral penting yang memiliki peran mengangkut oksigen dalam darah.

Jika tubuh kekurangan zat besi maka dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan kekebalan tubuh. Wanita lebih banyak membutuhkan zat besi dibandingkan pria. Jika pria membutuhkan sekitar 8 miligram zat besi per hari, maka wanita membutuhkan sekitar 18 miligram per hari. Wanita butuh lebih banyak zat besi lantaran kaum hawa berisiko kehilangan zat besi saat menstruasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved